Home Nasional 1.080,6 kilogram Sampah Terkumpul dalam Gerakan Wisata Bersih di Labuan Bajo
NasionalPariwisata

1.080,6 kilogram Sampah Terkumpul dalam Gerakan Wisata Bersih di Labuan Bajo

Share
Foto/Ist Labuan Bajo: Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan PT Pengembangn Pariwisata Indonesia (ITDC) menggulirkan "Gerakan Wisata Bersih (GWB)" di Labuan Bajo
Foto/Ist Labuan Bajo: Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan PT Pengembangn Pariwisata Indonesia (ITDC) menggulirkan "Gerakan Wisata Bersih (GWB)" di Labuan Bajo
Share

Manggarai Barat,todaysSpill.com Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan PT Pengembangn Pariwisata Indonesia (ITDC) menggulirkan “Gerakan Wisata Bersih (GWB)” di Labuan Bajo sebagai langkah nyata bersama dalam menciptakan kebersihan destinasi juga memperkokoh semangat dan langkah kolaboratif menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Gerakan Wisata Bersih di Labuan Bajo berlangsung di dua titik yakni di kawasan Marina Waterfront dan Pantai Pede, Sabtu (12/4/2025). Kegiatan diisi dengan aksi bersih sampah massal yang diikuti seluruh unsur pentahelix pariwisata. Dari dua lokasi kegiatan, terkumpul sampah dengan jumlah total 1.080,6 kilogram.

Baca Juga:  Nuanu Creative City Resmi Dibuka, Kota Kreatif Berkelanjutan Pertama di Bali

Selain kegiatan bersih-bersih massal, juga ada edukasi dan kampanye untuk meningkatkan wisatawan dan masyarakat lokal, penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah yang memadai dan ramah lingkungan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, Gerakan Wisata Bersih merupakan gerakan kolektif sebagai upaya bersama meningkatkan daya saing destinasi pariwisata Indonesia yang lebih aman dan sehat bagi wisatawan.

“Gerakan Wisata Bersih adalah salah satu dari lima program prioritas Kementerian Pariwisata,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

Baca Juga:  Saffron Mandala Resmi Dibuka di Golden Tulip Jineng Resort

Sebagai program unggulan Kemenpar, Gerakan Wisata Bersih didasari dari aspirasi masyarakat tentang banyaknya destinasi wisata Indonesia yang masih membutuhkan perhatian besar akan kebersihan.

Hal ini tentu akan memberikan dampak besar terhadap citra pariwisata Indonesia yang memiliki cita-cita besar dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Salah satunya tergambar dari pilar kesehatan dan kebersihan Indonesia di peta pemeringkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI). Meski peringkat Indonesia melonjak dari 32 ke posisi 22 dunia di tahun 2024, pilar kesehatan dan kebersihan (health and hygiene) masih rendah bahkan turun dari angka 89 menjadi 82.
Bahkan untuk di Asia, nilai Indonesia juga masih di bawah rata-rata nilai negara-negara di Asia.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

“Artinya ini harus menjadi perhatian serius kita bersama, kita (harus) punya komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang mendunia, menjadi destinasi pariwisata nomor satu di dunia dengan kekayaan alam budaya yang kita miliki,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.

Pemilihan Labuan Bajo sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Gerakan Wisata Bersih diharapkan dapat meningkatkan kesadaran (awareness) tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menyebar ke destinasi-destinasi lain di Indonesia.

Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing pariwisata Indonesia sesuai dengan aspek “health and hygiene” dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI). Ini adalah gerakan bersama yang dirancang untuk menciptakan dampak nyata dan jangka panjang bagi lingkungan masyarakat dan daya saing pariwisata Indonesia.

“Kami berharap dengan tempat-tempat ini kami pilih, akan semakin membuka mata publik bahwa masalah sampah adalah masalah yang serius,” ujar Wamenpar.

Lebih lanjut Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan gerakan ini harus dilanjutkan secara simultan dengan salah satunya penguatan edukasi di masyarakat.
“Ini akan menjadi langkah pertama yang baik, kemudian ada penyediaan fasilitas pendukung yang kita bekerja sama lintas sektoral dengan pihak swasta maupun BUMN seperti yang dilakukan oleh ITDC hari ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Direktur Utama ITDC Ari Respati mengatakan satu kebanggaan bagi pihaknya untuk bisa berkontribusi dan memberikan sumbangsih nyata dalam membantu kemajuan sebuah daerah khususnya dalam sisi kebersihan.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat berkolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dalam mendukung Gerakan Wisata Bersih. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen ITDC untuk terus berkontribusi dalam menciptakan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi masa depan industri pariwisata Indonesia,” ujar Ari Respati.

Ia mengatakan gerakan ini sebagai fondasi yang paling utama untuk menjaga sebuah destinasi tetap bersih, aman, nyaman dan menyenangkan.
“Sekali lagi kami berharap bahwa kegiatan ini sekali lagi bukan hanya yang pertama dan yang terakhir. Ini merupakan sebuah awalan dan tentunya bukan hanya sekadar memungut sampah tapi nanti kami juga akan membantu untuk pengelolaan sampah di akhirnya. Karena itu merupakan juga sebuah sebuah isu yang saat ini sedang kami lakukan di salah satu daerah pariwisata kami,” kata Ari.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pariwisata dan juga seluruh pemangku kepentingan yang bersama-sama ikut mewujudkan harapan Labuan Bajo yang bersih.
“Tentu butuh keterlibatan kita semua agar orang suka dan betah datang di tempat kita. Karenanya kita juga sudah harus memulai agar lingkungan kita jaga. Hari ini kita memulai dengan budaya yang baru, betapa pentingnya yang namanya kebersihan,” ujar Edistasius Edi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat; serta Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng.
Hadir mendampingi Wamenpar Ni Luh Puspa, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo; serta Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Frans Teguh. TS-02

Share

Don't Miss

Bertahan Semalaman di Atas Karang

Kutsel, todaysSpil.com Malam panjang penuh ketegangan harus dilalui dua buruh proyek yang terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 100 meter di kawasan Pura...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris Manis, Early Bird Sold Out dalam Sepekan

Jakarta, TodaysSpill.com Antusiasme masyarakat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika International Circuit terus meningkat. Seluruh tiket Early Bird dilaporkan habis...

Related Articles

BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Perkuat Perlindungan 5.000 Ojol

Ungasan, todaysSpill.com BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja...

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional,...

Sabdha Kite Festival VI Perkuat Citra Pecatu sebagai Destinasi Wisata Budaya

Pecatu, todaysSpill.com Sabdha Kite Festival VI kembali membuktikan diri bukan sekadar ajang...