Pecatu, todaysSpill.com
Tumpukan sampah kiriman kembali memenuhi muara sungai atau loloan di kawasan Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan. Kondisi ini membuat salah satu destinasi wisata populer di Bali tersebut terlihat kotor, terutama di area muara yang menjadi titik berkumpulnya sampah saat musim hujan.
Sampah yang terbawa arus air dari hulu sungai terlihat menumpuk di muara sebelum akhirnya menyebar hingga ke kawasan pantai.
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, mengatakan fenomena tersebut kerap terjadi ketika curah hujan meningkat. Sampah dari aliran sungai akan terbawa hingga ke muara dan akhirnya menumpuk di kawasan Pantai Dreamland.
“Di Pantai Dreamland muara sungainya sangat kotor karena dipenuhi sampah kiriman. Apalagi belakangan ini musim hujan, jadi sampah yang terbawa air tertampung di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).
Menurut Sumerta, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Pantai Dreamland merupakan salah satu ikon wisata di Kuta Selatan yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Pantai Dreamland ini kan banyak dikunjungi wisatawan. Tapi sekarang kondisinya sangat kotor sekali,” kata anggota DPRD Badung tersebut.
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam penanganan sampah di kawasan tersebut adalah terbatasnya akses menuju bibir pantai sehingga alat berat sulit menjangkau lokasi penumpukan sampah.
Akibatnya, proses pembersihan sampah menjadi lebih lambat karena harus dilakukan secara manual atau dengan peralatan terbatas.
Karena itu, pihak Desa Adat Pecatu sejak lama meminta pemerintah memperbaiki akses turun menuju pantai agar kendaraan maupun alat berat bisa langsung menjangkau area muara untuk mempercepat proses pembersihan.
“Kami sudah sejak lama meminta agar dibuatkan akses turun yang memadai. Kalau memang serius ingin menangani sampah di sana, akses itu harus diperbaiki,” tegasnya.
Sumerta berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap persoalan tersebut mengingat Pantai Dreamland merupakan salah satu wajah pariwisata Bali Selatan yang setiap hari dikunjungi wisatawan.
Dengan akses yang memadai, ia meyakini penanganan sampah dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sehingga kebersihan pantai tetap terjaga.
“Kalau aksesnya bagus, tentu penanganan sampah bisa lebih cepat. Pantai ini juga menjadi wajah pariwisata kita,” pungkasnya. TS-01