Ungasan, todaysSpill.com
Pantai Melasti, Minggu (31/8/2025) pagi itu tak hanya menjadi saksi kemeriahan perayaan ulang tahun sebuah koperasi. Ratusan anggota, masyarakat, hingga mitra usaha berkumpul dalam suasana penuh kolaborasi. Di tengah jalan sehat, zumba, bazar murah, dan fashion show, Koperasi Subhakti Ungasan menandai usianya yang ke-23 dengan sebuah gebrakan, meluncurkan brand fashion bernama Gazelle.
Fashion Show: Fashion Show menandai peluncuran
brand fashion bernama Gazelle.
Bagi Ketua Koperasi Subhakti, Made Suanda Wisnaya, SE., peluncuran ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Setelah setahun melakukan survei, lahirlah Gazelle sebagai identitas baru yang bisa mengangkat koperasi ke level lebih modern,” ujarnya.
Gazelle lahir dari kolaborasi dengan perajin mode asal Bandung. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari seragam kantor dan koperasi, kemeja, tas, sepatu, hingga dompet. Semua bisa dikustomisasi sesuai permintaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi bisa menghasilkan produk fashion dengan kualitas setara brand ternama, namun tetap memberi ruang kolaborasi bagi anggota,” tambah Suanda.
Jejak Panjang, Arah Baru
Koperasi Subhakti bukan pemain baru. Berdiri dari prakarsa tiga banjar di Desa Ungasan, koperasi ini tumbuh dari semangat gotong royong. Seragamnya pun punya filosofi, gambar bola melambangkan para pendiri yang gemar bermain sepak bola, uang kepeng sebagai simbol kestabilan, tiga bintang sebagai representasi banjar pendiri, dan daun sebagai harmoni dengan alam.
Selama lebih dari dua dekade, Subhakti melebarkan sayap ke berbagai lini usaha, dari guest house, villa, hingga car wash. Kini dengan unit Subhakti Fashion (Gazelle) yang berada di bawah naungan PT Multi Kolaborasi Indonesia, koperasi menandai fase modernisasi.
“Kami tidak ingin berhenti pada usaha tradisional. Tantangan zaman harus dijawab dengan inovasi. Gazelle adalah pintu masuk kami ke industri kreatif,” kata Suanda.
Bukan Sekadar Profit
Meski produk fashion kerap diasosiasikan dengan bisnis besar, Suanda menegaskan orientasi koperasi tetap pada manfaat sosial. “Tujuan kami bukan profit semata, tapi benefit. Kami ingin mendidik anak muda untuk berkreasi, memberi peluang bagi anggota agar bisa ikut tumbuh bersama koperasi,” jelasnya.
Dengan anggota mencapai 13 ribu orang dan aset menembus Rp200 miliar, Subhakti kini menjadi salah satu koperasi terkuat di Bali. Tahun ini, mereka juga memperluas jangkauan dengan membuka kantor baru di Batubulan, Sempidi, dan merencanakan cabang di Tabanan.

Hadiah Utama: Penyerahan hadiah utama jalan sehat memeriahkan Hut ke-23 Koperasi Subhakti Ungasan.
Kolaborasi Sebagai Kunci
Tema HUT ke-23 kali ini, “Collaboration Makes Stronger”, bukan sekadar slogan. MoU yang ditandatangani dengan Bupda Desa Adat Ungasan dan koperasi lain menjadi bukti komitmen untuk terus memperluas jejaring. “Kami percaya, dengan kolaborasi, modernisasi, dan stabilitas, koperasi bisa terus relevan dan maju,” pungkas Suanda.
Di tengah arus globalisasi, langkah Subhakti meluncurkan Gazelle memberi pesan bahwa koperasi bukan hanya urusan simpan pinjam, tapi juga bisa menjadi motor penggerak industri kreatif. Dari Pantai Melasti, lahirlah sebuah simbol transformasi koperasi tradisional yang berani menatap masa depan dengan gaya modern. TS-01