Nusa Dua, todaysSpill.com
Di tengah meningkatnya ancaman terhadap ekosistem laut Bali akibat polusi, perubahan iklim, dan tekanan aktivitas pariwisata, Ayodya Resort Bali mengambil langkah konkret dengan meluncurkan program konservasi laut berkelanjutan bersama Livingseas.
Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa pelaku industri pariwisata mulai bergerak lebih serius dalam menjaga ekosistem yang selama ini menjadi daya tarik utama Bali, khususnya terumbu karang di kawasan Nusa Dua.
Sebagai resor yang berada langsung di garis pantai, Ayodya Resort Bali menilai keberlangsungan bisnis pariwisata tidak bisa dilepaskan dari kesehatan ekosistem laut. Melalui kemitraan ini, sejumlah program akan dijalankan, mulai dari transplantasi terumbu karang, edukasi lingkungan bagi tamu dan karyawan, hingga kampanye pengurangan polusi laut.
Livingseas sendiri dikenal dengan pendekatan konservasi berbasis komunitas yang aplikatif dan partisipatif. Dengan pengalaman dalam restorasi ekosistem laut, kolaborasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi program simbolis, melainkan menghasilkan dampak ekologis yang terukur dan berkelanjutan.
General Manager Ayodya Resort Bali, Vineet Mahajan, menegaskan bahwa industri perhotelan memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitarnya.
“Sebagai resor tepi pantai, kami tidak hanya menjual pengalaman, tetapi juga keindahan alam Bali. Menjaga ekosistem laut adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan keindahan itu tetap lestari,” ujarnya.
Menariknya, program ini juga melibatkan wisatawan. Tamu Ayodya Resort Bali dapat ikut serta dalam program adopsi dan transplantasi karang, menjadikan aktivitas konservasi sebagai bagian dari pengalaman menginap. Skema ini memperkuat konsep pariwisata berkelanjutan yang kini semakin menjadi tuntutan global.
Langkah Ayodya Resort Bali ini mencerminkan perubahan paradigma di sektor pariwisata Bali—dari sekadar memanfaatkan potensi alam, menuju model pembangunan yang berupaya menjaga dan memulihkan ekosistem.
Dengan tekanan terhadap lingkungan laut yang kian nyata, kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga konservasi seperti ini dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk melindungi warisan laut Bali bagi generasi mendatang. TS-01