Home Budaya Tumpek Uye di Uluwatu Jadi Praktik Nyata Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Tri Hita Karana
BudayaPariwisata

Tumpek Uye di Uluwatu Jadi Praktik Nyata Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Tri Hita Karana

Share
Foto2 Istimewa: Pengelola DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu mengemas Tumpek Uye jadi atraksi wisata yang menarik wisatawan.
Foto2 Istimewa: Pengelola DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu mengemas Tumpek Uye jadi atraksi wisata yang menarik wisatawan.
Share

Pecatu, todaysSpill.com
Pelaksanaan Tumpek Kandang atau Tumpek Uye di Kawasan Luar Pura Uluwatu kembali menegaskan bahwa pengelolaan destinasi wisata di Badung tidak hanya bertumpu pada kunjungan wisatawan, tetapi juga pada prinsip konservasi satwa dan keharmonisan alam. Melalui ritual sakral yang digelar Sabtu (7/2/2026), pengelola DTW Uluwatu menunjukkan praktik nyata pariwisata berkelanjutan berbasis nilai kearifan lokal Bali.

Baca Juga:  TP. PKK Bersama Forum Puspa Badung Laksanakan Mereresik dan Sembahyang Bersama di Pura Lingga Bhuana

Manajer Pengelola DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana, menegaskan bahwa Tumpek Uye merupakan bagian integral dari sistem pengelolaan destinasi, bukan sekadar kegiatan seremonial atau tontonan wisata. Ritual ini menjadi pengingat bahwa satwa, khususnya monyet yang hidup di kawasan Uluwatu, merupakan bagian dari ekosistem dan spiritualitas yang wajib dijaga.
“Pengelolaan satwa di Uluwatu kami lakukan secara berkelanjutan dan terukur. Monyet bukan hanya daya tarik wisata, tetapi bagian dari keseimbangan alam kawasan ini,” ujarnya.
Saat ini, populasi monyet di Kawasan Luar Pura Uluwatu tercatat sekitar 650 ekor dan dikelola secara ketat melalui pengaturan populasi, pemantauan perilaku, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari dengan komposisi nutrisi yang disesuaikan berdasarkan rekomendasi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
Wijana mengungkapkan, pengelola mengalokasikan anggaran hingga ratusan juta rupiah setiap bulan untuk memastikan kebutuhan pakan dan kesehatan satwa terpenuhi. Seluruh monyet juga telah mengantongi sertifikat bebas rabies dengan pemeriksaan rutin setiap tiga hingga enam bulan guna menjamin keamanan wisatawan.

Baca Juga:  Don’t Miss It! Yogyakarta’s Iconic Mangut Lele Arrives in Bali for a Limited Time

Dalam rangkaian Tumpek Uye, pengelola menyiapkan dua gebogan buah berukuran besar sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada satwa. Prosesi ritual turut diiringi pertunjukan seni budaya Bali yang dikoordinasikan bersama pemangku dan prajuru adat setempat, menegaskan sinergi antara pengelola destinasi dan lembaga adat.
Asisten Manager Operasional dan Personalia DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Made Murah, menambahkan bahwa Tumpek Kandang merupakan implementasi nilai Tri Hita Karana, khususnya harmonisasi hubungan manusia dengan alam. “Meski upacara ini dilaksanakan enam bulan sekali, perhatian terhadap satwa kami lakukan setiap hari,” jelasnya.
Selain berdampak pada aspek lingkungan, pelaksanaan Tumpek Uye juga memberi kontribusi ekonomi bagi masyarakat lokal. Kebutuhan buah dan sarana upacara melibatkan UMKM serta distributor lokal, sehingga manfaat pengelolaan DTW Uluwatu dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Dengan Tumpek Kandang yang kini masuk dalam kalender event Kabupaten Badung, pengelola DTW Uluwatu berharap praktik ini dapat menjadi contoh pengelolaan destinasi wisata yang seimbang antara budaya, konservasi, dan keberlanjutan sosial. Antusiasme wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi indikator bahwa pendekatan berbasis nilai dan lingkungan mendapat apresiasi luas. TS-01

Share

Don't Miss

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala Bupati Badung yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran,...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional, tetapi telah menjadi panggung yang membuka jalan bagi peselancar Indonesia untuk...

Related Articles

HUT ke-57 ST Dharma Pertiwi Pecatu Berlangsung Meriah, Dimeriahkan KISS BAND, Oka Liku x Gek Rempong hingga DJ Performance

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Sekaa Teruna (ST) Dharma...

Dirjen Kemendagri Kagumi Inovasi Desa Pecatu, Layak Jadi Contoh Nasional

Pecatu, TodaysSpill.com Inovasi Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dalam mengolah sampah...

Mamaka Fun Run Vol. 3 Padukan Olahraga dan Edukasi Kesehatan Mental

Kuta, todaysSpill.com Mamaka Hotels & Resorts memperluas kontribusinya kepada masyarakat melalui Mamaka...

ITDC and BSI Strengthen the Role of Nurul Bilad Mosque as a Center for Worship and Social Life in The Mandalika

The Mandalika, todaysSpill.com PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), also known as InJourney...