Dengan moto Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju, dalam peringatan hari kemerdekaan ini merupakan sebuah harapan bagi kita dengan apa yang sudah kita lewati. Dengan bersatu seluruh komponen bangsa diharapkan rakyat Indonesian sejahtera dan membuat Indonesia bisa lebih maju ditengah persaingan global.
Sudahkah kita mencapainya atau itu jadi sebuah cita-cita atau utopis?
Banyak sekali tantangan yang harus dijawab oleh pemerintah di era kepemimpinan Presiden Prabowo. Salah satunya adanya perang tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, negara kita di bawah tekanan dalam perdagangan dengan negara adidaya, begitu lemah dan tidak mempunyai daya tawar yang cukup kuat sebagai bangda yang berdaiulat. Tidak bisa dipungkiri jika ketergantungan pangan dan energi masih diimport dari negara lain, produk tekstil kita yang kalah saing dengan barang-barang dari Cina dan Eropa, jelas kedaulatan kita masih sangat lemah. Dengan demikian lemahnya daya tawar kita kepada negara lain, apalagi untuk memenuhi negosiasi dalam perang tarif ini ada syarat menyerahkan data pribadi warga negara. Apakah ini benar, mempertaruhkan data pribadi warga negara yang seharusnya dilindungi?
Kualitas Pendidikan
Bagaimana mungkin kita bisa akan maju dan mensejahterakan anak bangsa jika anggaran pendidikan dikurangi, tunjangan guru dan dosen jauh dari harapan hidup seorang pendidik. Bagaimana kita akan dapat mengharapkan anak didik memperoleh pembelajaran yang mengacu kepada kemajuan IT di era Artificial Intelegence (AI).
Kualitas pendidikan yang dihasilakan yang rendah akan membebani pembangunan bangsa di tengah harapan kita pada bonus demografi. Ini jelas akan jadi beban pemerintah di era ke depan sebagaimana dikatakan Michael Paul Todaro, seorang ekonom Amerika dan pelopor di bidang ekonomi pembangunan.
⁰
Perkembangan Demokrasi
Bagaimana dengan perkembangan demokrasi di masa pemerintahan Presiden Prabowo? Banyak dipertanyakan karena arah kebijakan politik tanpa oposisi, karena apa, karena hampir 80 % suara di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kalau tidak dapat dikatakan 100 %, kecuali PDIP. Semua adalah koalisi pemerintahan. Hal ini tentu jadi masalah jika arah kebijakan yang dibangun menyimpang dari cita-cita mensejahterakan rakyat, menjauhi harapan harkat martabat bangsa. Apakah ini akan menyehatkan demokrasi Indonesia atau hanya prosedural demokrasi ?
Bahwa apa yang menjadi motto 80 Tahun Kemerdekaan tahun ini tentu direpleksikan akan harapan seluruh anak bangsa pemerintah betul-betul menggunakan momentum menyatukan kekuatan dan potensi bangsa untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan , memperbaiki dan merawat demokrasi Indonesia agar tumbuh dalam kekritisan berpikir, yang tidak dinilai sebagai sebuah ancaman bagi bangsa.
Oleh karena itu peringatan HUT kemerdekaan ke-80 ini harus menjadi refleksi bagi kita semua, bahwa demokrasi yang dikembangkan, polarisasi yang ada dan perbedaan yang ada tidak bisa dianggap sebagai ancaman bagi pemerintah.
Pemerintah harusnya tidak menutup narasi dan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dianggap menekan dan merugikan kehidupan masyarakat di tengah turunnya daya beli. Justru harus menjadi “vitamin” bagi pemerintah, bahwa kebijakan yang tidak pro rakyat pasti akan mendapatkan perlawanan.
Pemerintah juga harus memberikan ruang terbuka untuk dialog, yang baik dilanjutkan dan yang kurang baik harus dievaluasi.
Peran Anggota Dewan
Dalam hal ini anggota dewan juga harus berperan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, jangan sampai hanya menjadi stempel dari kebijakan pemerintah yang bisa merugikan kepentingan masyarakat yang lebih luas. Suara rakyat tidak cukup hanya dikonversi saat pemilu dan pilkada dan pilpres, akan tetapi suara yang diberikan seharusnya dimaknai sebagai amanah suci kepercayaan rakyat untuk medengar dan memperjuangkan kebutuhan dasar rakyat, memenuhi dahaga rakyat akan pemerintah yang mendengar, pemerintah yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Pemerintah yang tidak menyimpang dari cita-cita kemerdekan, tidak menghianati reformasi yang diperjuangkan mahasiswa dan rakyat.
Tekanan Ekonomi
Di tengah tekanan ekonomi yang begitu besar, di tengah banyaknya PHK dan penutupan pabrik di bidang tekstil, pemerintah perlu menarik masuknya modal asing masuk ke Indonesia yang membuka lapangan kerja dengan produksi nilai ekspor sehingga pemerintah dapat meningkatkan nilai pajak bagi pembangunan yang berkelanjutan. Indonesia tidak terus menerus tergantung kepada sumber daya tambang yang kita miliki, walapun hasil tambang sangat besar untuk memenuhi anggaran pembangunan. Namun nilai kerusahakn lingkungan juga tidak kalah besar. Ini yang mesti dijadikan repleskti 80 tahun Indonesia Merdeka. Merdeka dari rasa takut, merdeka dan berdaulat dari ancaman ekonomi negara lain, merdeka dan terbebas dari pemerintahan korup, pendidikan yang berdaya saing global dan berkarakter bangsa, hukum yang berkeadilan yang dibangun dan terbangun dari demokrasi yang sehat tanpa intimidasi tetapi dari partisipasi semua komponen bangsa. Merdeka dan terbebas dari pembangunan yang diperoleh dari hutang. MERDEKA
