Pecatu,todaysSpill.com
Turnamen tahunan Sekaa Teruna Widya Dharma (STWD) Cup XII Tahun 2025 resmi ditutup dengan atmosfer penuh semangat di Lapangan Beji Mandala, Desa Pecatu, Minggu (3/8). Namun bukan hanya euforia final yang menjadi sorotan. Hadirnya Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, membawa arah baru bagi masa depan sepak bola desa di Badung.
Dalam penutupan tersebut, Bupati menyerahkan dana motivasi sebesar Rp 14 juta kepada Ketua ST Widya Dharma, I Putu Adi Susila, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap konsistensi pemuda Pecatu dalam membangun budaya olahraga di akar rumput.
Bupati Adi Arnawa tak sekadar memberi apresiasi, tapi juga menggulirkan ide besar, STWD Cup harus naik kelas menjadi ajang regional yang membuka ruang bagi tim luar desa untuk ikut bertanding.
“Turnamen ini jangan hanya jadi agenda rutin lokal. Harus kita buka untuk tim dari luar sebagai ajang uji tanding, agar generasi muda kita punya tolok ukur yang lebih luas,” tegasnya.
Menurutnya, membangun mental kompetitif dan tidak cepat puas adalah kunci untuk mencetak atlet berdaya saing tinggi. Ia juga menekankan perlunya sistem pembinaan berkelanjutan, bukan hanya pelatihan instan menjelang turnamen.

Sepak bola: Bupati Adi Arnawa mendorong perkembangan sepakbola di Pecatu dan Badung umumnya dengan hadir langsung di STWD CUP XII.
Mantan Sekda Badung ini juga mengungkap rencana pembentukan liga sepak bola berbasis desa dengan sistem home and away. Setiap desa akan diberikan kuota untuk menurunkan tim terbaiknya, dengan regulasi usia dan pola kompetisi yang terukur.
“Liga ini akan membentuk ekosistem olahraga yang menyatu dengan ekonomi lokal. Ketika satu wilayah menjadi tuan rumah, UMKM di sekitarnya akan ikut bergerak,” katanya.
Turnamen STWD Cup disebutnya bisa menjadi model awal dan pijakan penting menuju penyelenggaraan liga desa yang dipersiapkan secara paralel untuk menjaring atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Melengkapi visinya, Bupati juga berkomitmen melakukan revitalisasi Lapangan Beji Mandala, termasuk pembangunan tribun dan fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari program strategis pembangunan taman kreatif dan ruang publik produktif berbasis olahraga.
“Kita akan tata lapangan ini bertahap, agar menjadi ruang kebanggaan pemuda Pecatu dan pusat kegiatan olahraga yang representatif,” tutupnya.
Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, menyebut STWD Cup sebagai ajang yang penting dalam mempererat solidaritas antarpemuda sekaligus menumbuhkan bibit atlet sepak bola potensial. Ia berharap turnamen ini bisa menjadi fondasi regenerasi atlet Badung di masa depan.
Senada, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung rencana liga desa yang dicanangkan Bupati, termasuk dengan menyiapkan SDM dan pelatih lokal. Ia berharap STWD Cup bisa berkembang dari turnamen desa menjadi kompetisi yang menasional.
“Kami harap turnamen seperti ini terus naik level, dan Pecatu bisa jadi tuan rumah bagi lebih banyak event di masa depan,” ungkapnya. TS-01