Kuta, todaysSpill.com
Keselamatan wisatawan di kawasan pantai Kuta dan Kuta Selatan terus menjadi prioritas utama Badung Lifeguard. Untuk memastikan kemampuan personel tetap terjaga dan sesuai standar internasional, Lifeguard Kuta dan Kuta Selatan (Kutsel) menggelar pelatihan gabungan operasional Jet Ski.
Pelatihan resmi dimulai pada Jumat (24/4/2026) di perairan Pantai Legian, tepatnya di depan Hotel Niksoma. Kegiatan ini akan berlangsung secara rutin setiap Senin dan Jumat selama dua bulan, dengan lokasi latihan bergantian antara Pantai Kuta-Legian dan kawasan Uluwatu.
Program ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas personel, khususnya dalam mempercepat respons penyelamatan, meningkatkan akurasi tindakan, serta memperkuat profesionalitas petugas saat menghadapi situasi darurat di laut.
Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kecamatan Kuta, I Wayan Somer,S.H., menjelaskan, pelatihan ini merupakan implementasi dari standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan menggunakan Jet Ski yang telah disusun untuk memperjelas tata cara evakuasi korban di perairan.
“Jet Ski adalah alat vital dalam operasi penyelamatan modern. Kecepatan menjangkau korban sangat menentukan keberhasilan rescue. Karena itu, seluruh anggota wajib menguasai pengoperasiannya secara profesional,” tegas Somer.

Menurutnya, latihan gabungan memberikan pengalaman yang jauh lebih komprehensif dibandingkan latihan rutin internal. Selain mengasah keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antarwilayah antara Lifeguard Kuta dan Kuta Selatan.
Dalam sesi latihan, peserta dihadapkan pada simulasi penyelamatan korban tenggelam dengan menggunakan bola yang dilempar ke tengah laut sebagai representasi korban. Para lifeguard dituntut bergerak cepat, melakukan manuver presisi, mengevakuasi korban, hingga membawanya ke titik aman.
“Di lapangan, hitungan detik sangat menentukan. Simulasi ini melatih anggota agar terbiasa mengambil keputusan cepat, tepat, dan aman dalam kondisi sesungguhnya,” jelasnya.
Pelatihan dipandu instruktur internal Badung Lifeguard yang telah berpengalaman mengikuti pelatihan dan kompetisi rescue internasional di berbagai negara. Materi yang diberikan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), pemeriksaan unit sebelum operasi, teknik mengemudi dalam berbagai kondisi ombak, hingga prosedur penyelamatan korban.
Tak hanya itu, peserta juga dilatih menangani berbagai jenis korban, mulai dari korban sadar, korban tidak sadar, hingga korban dengan dugaan cedera tulang belakang yang membutuhkan penanganan ekstra hati-hati.
Kemampuan komunikasi lapangan juga menjadi fokus utama. Seluruh peserta dibekali teknik penggunaan handy talky (HT), termasuk standar kode komunikasi dengan pos penjaga pantai, tim medis, dan instansi terkait guna memastikan koordinasi berjalan efektif saat operasi berlangsung.

I Wayan Somer, S.H.
Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kecamatan Kuta Selatan, Ni Putu Sastra Labda Patni, S.S, menambahkan pelatihan ini dirancang untuk seluruh anggota, baik yang sudah berpengalaman maupun pemula.
“Peserta dibagi dalam dua kategori, yakni anggota yang sudah mahir mengoperasikan Jet Ski dan anggota pemula. Tujuannya agar transfer pengetahuan berjalan maksimal dan seluruh personel memiliki standar kemampuan yang sama,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap lifeguard harus memahami seluruh peralatan penyelamatan yang digunakan dalam operasi laut. Penguasaan alat menjadi syarat mutlak untuk meminimalkan kesalahan saat melakukan rescue.
“Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga bertujuan memperkuat antisipasi terhadap kecelakaan laut dan memastikan kesiapan personel dalam mendukung berbagai event berskala lokal, nasional, maupun internasional di kawasan Kuta dan Kuta Selatan,” katanya.

Ni Putu Sastra Labda Patni, S.S,
Sebagai destinasi pariwisata internasional, kualitas pelayanan dan profesionalitas petugas keselamatan menjadi elemen yang tidak bisa ditawar.
“Pelatihan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu memberikan pelayanan terbaik. Anggota harus siap secara fisik, mental, dan teknis dalam menghadapi situasi apa pun di laut,” tegas Sastra Labda Patni.
Ia berharap seluruh anggota terus meningkatkan kompetensi, mulai dari level pemula hingga menjadi operator andal, sementara personel yang sudah mahir dapat semakin profesional.

“Target kami jelas, seluruh lifeguard mampu melakukan penyelamatan secara cepat, tepat, dan aman dalam kondisi apa pun,” tandasnya.
Ke depan, hasil evaluasi dari pelatihan ini akan digunakan untuk menyempurnakan SOP penyelamatan, bahkan menjadi landasan dalam penguatan regulasi keselamatan wisata bahari di Kabupaten Badung.
Dengan pelatihan berkelanjutan, Badung Lifeguard memastikan pengamanan kawasan pantai tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga didukung kemampuan teknis, kesiapsiagaan tinggi, dan standar profesional kelas dunia.
Di tengah tingginya aktivitas wisata bahari, kesiapan lifeguard bukan sekadar kebutuhan, melainkan jaminan keselamatan bagi setiap wisatawan yang menikmati pesona pantai Badung.TS-01