Home Bali Karya Mapadudusan Alit di Pura Desa Kutuh Libatkan Seluruh Unsur Desa
BaliBudaya

Karya Mapadudusan Alit di Pura Desa Kutuh Libatkan Seluruh Unsur Desa

Dipuput Sulinggih Tri Sadaka

Share
Foto Istimewa Tumpa Ruah: Warga tumpah ruah mengikuti prosesi Karya Mapadudusan Alit di Pura Desa lan Bale Agung, Desa Adat Kutuh.
Foto Istimewa Tumpa Ruah: Warga tumpah ruah mengikuti prosesi Karya Mapadudusan Alit di Pura Desa lan Bale Agung, Desa Adat Kutuh.
Share

Kutuh, todaysSpill.com
Pelaksanaan Karya Mapadudusan Alit di Pura Desa lan Bale Agung Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga keharmonisan krama. Seluruh unsur desa adat turut terlibat dalam rangkaian upacara yang digelar untuk memohon kerahayuan dan keselamatan bagi masyarakat Desa Kutuh tersebut.
Manggala Karya, Ketut Gita, menjelaskan, karya yang dilaksanakan dengan tingkatan Mapadudusan Alit ini melalui sejumlah tahapan ritual. Rangkaian diawali dengan mapiuning pada rahina Soma Watugunung, dilanjutkan dengan negtegang karya, ngingsah, dan ngunggah sunari.

Selanjutnya, dilaksanakan upacara melasti sebagai bagian dari proses penyucian sebelum memasuki puncak pujawali.
Puncak pujawali berlangsung pada rahina Soma Ribek di Pura Desa lan Bale Agung dan dipuput oleh Ida Sang Sulinggih Tri Sadaka. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan bakti penganyaran atau Ida Betara nyejer selama tiga hari, kemudian ditutup dengan upacara nyegara gunung.
Dari sisi upakara, sarana yang digunakan terdiri atas empat soroh, yakni bebangkit, pulegembal, termasuk pecaruan manca sia. Pelaksanaan karya ini melibatkan prajuru desa adat dan dinas, para penglingsir Desa Kutuh, serta manggala PHDI.
Ketut Gita berharap, melalui pelaksanaan karya tersebut, seluruh krama memperoleh manfaat secara niskala maupun sekala. Selain memohon kerahayuan dan keselamatan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada krama mengenai makna setiap tahapan dan rangkaian upacara yadnya.
Menurutnya, pelaksanaan yadnya juga menjadi bentuk pengembalian hasil yang diperoleh dari padruwen desa melalui kegiatan keagamaan. Dengan demikian, hasil yang dimiliki desa dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan yadnya dan kesejahteraan bersama.
Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, mengajak seluruh krama, baik krama pengarep maupun krama tamiu, untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan. Hal tersebut penting agar Desa Kutuh tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan harmonis untuk ditempati.

Baca Juga:  Pariwisata Bali, Penggerak Pertumbuhan dan Tantangan yang Dihadapi

Nyoman Mesir juga mengapresiasi keterlibatan sekaa gong anak-anak Desa Kutuh yang akan mengikuti parade gong Kabupaten Badung. Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam kegiatan seni dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan warisan budaya desa adat.
Di sisi lain, dia berharap perhatian pemerintah terhadap desa adat semakin ditingkatkan. Sebab, desa adat memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, terutama pelaksanaan upacara yadnya di sejumlah pura yang membutuhkan biaya tidak sedikit.
Di Desa Adat Kutuh, anggaran untuk pelaksanaan upacara yadnya di seluruh pura dalam setahun bahkan bisa menghabiskan dana lebih dari Rp2 miliar. Beruntung, desa adat memiliki sumber pendapatan sendiri sehingga mampu membantu meringankan beban krama dalam menjalankan kewajiban keagamaan.
Lebih lanjut, Nyoman Mesir berpesan agar seluruh krama senantiasa menjaga dan mempertahankan Desa Kutuh sebagai tanah kelahiran untuk selama-lamanya.

Khususnya krama pengarep, rasa memiliki terhadap desa harus terus dipelihara agar keberadaan desa adat, adat istiadat, dan budaya tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Perbekel Desa Kutuh, I Wayan Mudana, secara simbolis menyerahkan bantuan yang bersumber dari APBDes Kutuh sebesar Rp280 juta untuk mendukung pelaksanaan karya. TS-01

Share

Don't Miss

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan secara menyeluruh jika tidak dibarengi pembenahan...

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala Bupati Badung yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran,...

Related Articles

HUT ke-57 ST Dharma Pertiwi Pecatu Berlangsung Meriah, Dimeriahkan KISS BAND, Oka Liku x Gek Rempong hingga DJ Performance

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Sekaa Teruna (ST) Dharma...

Dirjen Kemendagri Kagumi Inovasi Desa Pecatu, Layak Jadi Contoh Nasional

Pecatu, TodaysSpill.com Inovasi Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dalam mengolah sampah...

Air Mata dan Doa untuk Korban Bom BaliGround Zero Tempat Duka dan Harapan Perdamaian Bertemu

Kuta, todaysSpill.com Air mata tak terbendung ketika bunga diletakkan untuk mengenang para...

Pembangunan Rampung, Pura Ibu Panti Dukuh Bualu Gelar Karya Agung

Bualu, TodaysSpill.com Setelah melalui proses pembangunan sejak 2023 hingga rampung pada 2025,...