Bualu, todaysSpill.com
Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus ditunjukkan Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Badung. Melalui program bertajuk Resik Desaku, Tim Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Adat Bualu bergotong royong membersihkan fasilitas umum, terutama saluran air di kawasan Tukad Mati yang dipenuhi sampah dan berpotensi menghambat kelancaran aliran air.
Sejak pagi, puluhan tenaga kebersihan telah berkumpul dengan membawa peralatan serta kendaraan pengangkut sampah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Desa Adat Bualu yang bersih, sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan di kawasan yang turut menjadi bagian dari destinasi pariwisata Bali.
Dari kegiatan tersebut, tim berhasil mengumpulkan hampir satu truk sampah. Sampah yang diangkat terdiri atas plastik, limbah lemak, kayu gelondongan, serta sampah dedaunan yang menyumbat aliran Tukad Mati.
Bendesa Adat Bualu, Made Suarma, mengatakan, kegiatan Resik Desaku merupakan bagian dari program Desa Adat Bualu untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menangani persoalan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, kebersihan menjadi aspek penting yang harus mendapat perhatian serius, terlebih Bali dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan sehingga mereka betah berkunjung.
“Desa Adat Bualu juga merupakan bagian dari kawasan pariwisata. Karena itu, kami secara konsisten mengambil langkah untuk mendukung dan membantu pemerintah daerah dalam penanganan masalah kebersihan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, pengalaman pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu memberikan pelajaran berharga tentang besarnya dampak krisis terhadap sektor pariwisata maupun kehidupan masyarakat Desa Adat Bualu.
Selain itu, viralnya persoalan sampah beberapa waktu lalu turut mendorong desa adat untuk mengambil langkah cepat. Mengingat Bali, termasuk Desa Adat Bualu, sangat bergantung pada sektor pariwisata, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar wisatawan memperoleh kesan dan kenyamanan yang baik selama berkunjung.
Made Suarma juga memberikan apresiasi kepada Ketua TPST Desa Adat Bualu, Nyoman Karyana Wirawan, beserta seluruh tim yang telah menunjukkan semangat gotong royong dalam melaksanakan kegiatan Resik Desaku.
Selama setahun memimpin TPST Desa Adat Bualu, Karyana dinilai telah banyak melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan. Ia berharap berbagai upaya yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan sehingga Desa Adat Bualu benar-benar bersih dan terbebas dari persoalan sampah.
Sementara itu, Ketua TPST Desa Adat Bualu, Nyoman Karyana Wirawan, mengatakan, kegiatan Resik Desaku kali ini merupakan pelaksanaan perdana yang diinisiasi oleh TPST Desa Adat Bualu.

Pembersihan menyasar sejumlah fasilitas umum, termasuk saluran air di kawasan Tukad Mati yang selama ini belum pernah tersentuh kegiatan pembersihan secara menyeluruh.
Menurut Karyana, meskipun masing-masing banjar di wilayah Desa Adat Bualu telah menjalankan program kebersihan, upaya menjaga lingkungan tetap membutuhkan keterlibatan dan tanggung jawab bersama.
“Walaupun masing-masing banjar sudah menjalankan program kebersihan, ini tetap menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami ingin membantu pemerintah mewujudkan lingkungan yang bersih, terlebih Desa Adat Bualu juga merupakan kawasan yang terdampak langsung oleh perkembangan sektor pariwisata,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan Resik Desaku tidak berhenti pada pelaksanaan perdana ini. Program tersebut akan terus berlanjut dan diharapkan menjadi agenda rutin dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
Ke depan, TPST Desa Adat Bualu akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kebersihan, mulai dari kendaraan pengangkut sampah hingga tenaga kebersihan, untuk membantu desa adat mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas sampah.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 35 orang terlibat, termasuk tenaga kebersihan, pemangku kepentingan (stakeholder), serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Gotong royong: Suasan gotong royong yang dilaksanakan Tim TPST Bualu bersama masyarakat.

Karyana berharap, melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan semangat gotong royong, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan semakin meningkat. Dengan demikian, Desa Adat Bualu tidak hanya mampu mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di fasilitas umum, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan demi kenyamanan warga dan wisatawan.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai agenda rutin dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mewujudkan Desa Adat Bualu yang bersih, sehat, nyaman, dan bebas dari sampah.
TS-01