Bualu, TodaysSpill.com
Setelah melalui proses pembangunan sejak 2023 hingga rampung pada 2025, Pura Ibu Panti Dukuh Bualu akhirnya menggelar rangkaian karya besar Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan, Wrespasti Kalpa, Caru Rsi Gana Utama lan Nyurud Ayu.
Puncak karya yang berlangsung pada 15 September 2026, bertepatan dengan Anggarkasih Prangbakat, berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Para pengempon, prajuru, pengayah serta bakta mengikuti setiap tahapan upacara dengan tertib, sembari memanjatkan doa dan persembahyangan.
Suasana religius semakin terasa di areal pura dengan berlangsungnya berbagai prosesi yadnya. Para bakta tampak mengenakan busana serba hitam mengikuti rangkaian upacara dengan penuh ketulusan sebagai wujud bhakti sekaligus ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan Pura Ibu Panti Dukuh Bualu.

Pelaksanaan karya tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh pengempon dan bakta. Selain sebagai bentuk yadnya, rangkaian upacara ini juga menjadi ungkapan syukur atas selesainya pembangunan pura yang berlangsung selama kurang lebih dua tahun.
Menurut Prawartaka Karya, I Wayan Garta, S.E., M.M., yang didampingi Ketua Dadia Pura Ibu Panti Dukuh Bualu I Ketut Tena dan Penasehat I Nyoman Kariana Wirawan, pembangunan pura mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Badung sejak awal pembangunan pada 2023.
Proses pembangunan hingga selesai pada 2025 juga mendapat dukungan dari para pengempon pura yang berjumlah 98 KK. Sementara secara keseluruhan, jumlah KK yang menjadi bagian dari Pura Ibu Panti Dukuh Bualu mencapai sekitar 100 KK.
Setelah pembangunan rampung, dilanjutkan dengan persiapan pelaksanaan karya. Yajamana Karya Ida Jro Dukuh Udalakha Darma memimpin pelaksanaan yadnya yang diawali dengan prosesi nanceb menggunakan Caru Panca Sata.
Rangkaian kemudian berlanjut dengan pelaksanaan Caru Rsi Gana Utama pada 11 September 2026, yang juga dirangkaikan dengan prosesi mejaya-jaya bagi para prajuru dan pengayah.

Selanjutnya, pada 13 September 2026, dilaksanakan upacara melasti menuju Segara Samuh. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju puncak karya.
Saat puncak karya digelar, suasana di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu dipenuhi nuansa spiritual. Persembahyangan dan rangkaian ritual berlangsung dengan tertib, sementara para pengayah menjalankan tugas masing-masing untuk mendukung kelancaran pelaksanaan yadnya.
Prawartaka karya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh bakta yang telah memberikan punia serta dukungan terhadap pelaksanaan karya. Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Bupati Badung yang hadir pada 7 September 2026 sekaligus memberikan bantuan sebesar Rp25 juta.
Sejak awal pembangunan hingga pelaksanaan karya, seluruh rangkaian tersebut diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp1 miliar.
Bagi pengempon, terselenggaranya karya besar tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus rasa syukur setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang.
“Kami sangat bersyukur sudah bisa melaksanakan karya besar ini,” ujar pihak panitia.

Melalui pelaksanaan yadnya tersebut, seluruh pengempon berharap keberadaan Pura Ibu Panti Dukuh Bualu semakin memberikan manfaat secara spiritual bagi umat. Karya ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memohon kerahayuan, keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh bakta Pura Ibu Panti Dukuh Bualu. TS-01