Pecatu, todaysSpill.com
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Sekaa Teruna (ST) Dharma Pertiwi Banjar Adat Kauh, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung, berlangsung meriah. Berbagai hiburan, penampilan musik, hingga kegiatan kreatif mewarnai perayaan yang digelar di Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, pada 28 Oktober 2026.
Suasana semakin semarak dengan penampilan KISS BAND, Oka Liku x Gek Rempong, serta DJ performance yang menghibur para anggota ST dan masyarakat yang hadir. Mengusung tema “Ngwangun Rasa, Cipta lan Karsa”, perayaan HUT kali ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan menunjukkan kreativitas generasi muda Pecatu.
Puncak perayaan juga diisi dengan pelantikan pengurus ST Dharma Pertiwi periode 2026-2029. Camat Kuta Selatan, Kadek Laksana, hadir mewakili Bupati Badung sekaligus membacakan sambutan kepala daerah dalam kesempatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Badung menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan panjang ST Dharma Pertiwi yang kini memasuki usia ke-57 tahun. Organisasi kepemudaan ini diharapkan semakin solid, maju, dan konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda yang kreatif, khususnya dalam bidang seni, adat, dan budaya.

Anggota ST juga didorong untuk terus mengembangkan kreativitas dan mewujudkan berbagai gagasan melalui aksi nyata yang berlandaskan budaya serta potensi lokal.
“Kesempatan ini hendaknya tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berorganisasi, melestarikan tradisi, mengembangkan potensi, serta menghasilkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Kepada pengurus yang baru dilantik untuk masa bakti 2026-2029, Bupati Badung berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Pengurus diharapkan mampu membangun kebersamaan serta menyusun program kerja yang implementatif dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota.
Seluruh elemen masyarakat juga diajak bersama-sama mendukung kepemimpinan organisasi demi kemajuan ST Dharma Pertiwi dan Desa Adat Pecatu.
Sementara itu, Kelian Desa Adat Pecatu, Made Sutama, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan dan kreativitas yang selama ini ditunjukkan ST Dharma Pertiwi. Pihaknya berkomitmen mendukung program-program organisasi, terutama yang berkaitan dengan pelestarian agama, adat, dan budaya Bali.
Menurutnya, perkembangan pariwisata internasional di Pecatu yang semakin pesat menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Berbagai kawasan wisata seperti Labuan Sait dan Suluban kini hampir setiap malam menghadirkan hiburan, termasuk diskotik dan aktivitas hiburan malam lainnya.
Keberadaan hiburan tersebut memang menjadi bagian dari kebutuhan destinasi wisata internasional. Namun, generasi muda diharapkan mampu mengambil hikmah dan manfaat dari perkembangan pariwisata tanpa kehilangan jati diri serta nilai-nilai budaya.

“Kalau tidak ada hiburan seperti itu, wisatawan mungkin tidak akan datang ke Pecatu. Karena itu, bagaimana kita bisa mengambil hikmah dan manfaatnya, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri,” tegasnya.
Sutama juga mendorong generasi muda terus meningkatkan kapasitas dan kreativitas agar mampu menangkap peluang ekonomi dari perkembangan pariwisata.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas pemuda, pihak Desa Adat Pecatu bahkan mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp35 juta untuk rencana penyelenggaraan lomba baleganjur. Dukungan lainnya juga diberikan Pemerintah Desa Pecatu melalui Perbekel Made Karyana Yadnya dengan bantuan dana sebesar Rp50 juta. Pendanaan turut mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan lembaga di Desa Pecatu.
Sutama berharap anggota ST tidak hanya aktif dalam kegiatan seni dan budaya, tetapi juga mulai mempersiapkan diri menjadi prajuru atau pengurus adat pada masa mendatang. Karena itu, pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan perlu terus diasah sejak dini agar mampu melanjutkan estafet kepemimpinan Desa Adat Pecatu.
Di sisi lain, Ketua ST Dharma Pertiwi, I Putu Bayu Dea Laksana, memaparkan sejumlah kegiatan dan capaian organisasi selama masa kepemimpinannya periode 2023-2026.
Berbagai kegiatan telah berhasil dilaksanakan, di antaranya lomba mural tingkat Bali pada 2023, turnamen futsal 2023-2024, Dharma Pertiwi Catur Cup, serta penyelenggaraan perayaan HUT organisasi secara konsisten sejak 2023 hingga tahun ini.
Selain itu, ST Dharma Pertiwi juga aktif berpartisipasi dalam ajang lomba ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Badung. Konsistensi tersebut membuahkan hasil dengan keberhasilan meraih Juara Harapan III pada 2025.
Bayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus ST periode 2023-2026, prajuru banjar, serta para sponsor yang selama ini telah mendukung berbagai kegiatan organisasi.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin ST Dharma Pertiwi periode 2026-2029.

Menurutnya, perayaan HUT ke-57 menjadi momentum penting untuk terus menghadirkan kegiatan positif dan kreatif bagi generasi muda. Berbagai kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan diharapkan menjadi ruang bagi anggota untuk menyalurkan bakat, mengembangkan potensi, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni, adat, dan budaya Bali.
Memasuki usia ke-57 tahun, ST Dharma Pertiwi diharapkan semakin berkembang sebagai organisasi kepemudaan yang solid, kreatif, dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter serta berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas Desa Adat Pecatu. TS-01