Tabanan, todaysSpill.com
Setelah lima tahun perencanaan dan pembangunan, Nuanu Creative City resmi dibuka, menandai babak baru bagi Bali sebagai pusat kreativitas dan keberlanjutan di Asia Tenggara. Berdiri di atas lahan 44 hektare di pesisir Tabanan, Nuanu bukan hanya destinasi wisata, melainkan sebuah kota kreatif tempat orang bisa tinggal, belajar, berkarya, dan berekreasi.
“Perjalanan kami dimulai dari cinta terhadap Bali,” kata Lev Kroll, CEO Nuanu. “Hari ini, kami bangga mengundang publik untuk merasakan Nuanu—perpaduan antara alam, seni, budaya, dan inovasi yang tumbuh bersama masyarakat.”
Ruang Hidup untuk Seni, Alam, dan Komunitas
Nuanu dirancang sebagai ekosistem hidup, ada ruang budaya, pusat kuliner, lanskap alami, hingga area hunian. Sejak tahap awal, sejumlah ikon telah lahir, mulai dari Earth Sentinels, karya monumental seniman Daniel Popper, hingga Menara THK, arsitektur kolaboratif yang merayakan filosofi Tri Hita Karana.
Nuanu juga menghadirkan Luna Beach Club, Aurora Media Park, Labyrinth Art Gallery, hingga Magic Garden dengan program pembiakan kupu-kupu, menjadikan kawasan ini rumah bagi seni, hiburan, sekaligus konservasi alam.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Sejak 2023, Nuanu Social Fund (NSF) menyalurkan lebih dari Rp4,1 miliar untuk pendidikan, budaya, kesehatan, hingga lingkungan. Ribuan warga Bali telah terlibat dalam program ini, mulai dari restorasi pura, pelatihan gamelan, hingga pemberdayaan perempuan dan petani.
Tak hanya sosial, dampak lingkungan juga nyata:
• Tingkat daur ulang 95%
• 114.700 pohon dan tanaman ditanam
• 12.000 kupu-kupu dilepas ke alam
• 3.300 anggrek dilestarikan
“Nuanu hadir sebagai komunitas untuk komunitas, tumbuh bersama masyarakat Bali,” ujar Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director.

Ki-Ka: Lev Kroll (CEO of Nuanu Creative City) and Ida Ayu Astari Prada (Brand & Communications Director of Nuanu Creative City)
Menuju Episentrum Kreatif Asia Tenggara
Pembukaan fase pertama ini hanyalah awal. Ke depan, Nuanu sudah menyiapkan sederet agenda besar: FOTO Bali Festival (festival fotografi internasional), Art & Bali (pameran seni global), hingga Nuanu Future Talks sebagai ruang dialog antara pengembang, pemerintah, dan masyarakat.
Selain itu, kuliner dan gaya hidup juga tak kalah mendapat perhatian. Pada 2026, Acadia, hub kuliner bergaya Maroko, serta Desa Jiwa untuk fashion akan segera hadir. Bahkan, museum karya seniman internasional Eugene Kangawa sudah dijadwalkan menyapa publik.
Bali, Inspirasi Utama
Dalam sambutan pembukaan, perwakilan Pemerintah Provinsi Bali menegaskan dukungan penuh atas kehadiran Nuanu. “Kami berharap Nuanu dapat berkontribusi dalam pariwisata, pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. I Wayan Ekadina, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Dengan filosofi “pembangunan yang bertanggung jawab”, Nuanu Creative City menunjukkan bahwa investasi bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan alam. Bagi Bali, ini bukan sekadar proyek, melainkan wajah baru sebuah pulau yang terus hidup dari kreativitas dan kebersamaan. TS-02