Jimbaran, todaysSpill.com
Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 resmi dibuka di Sidewalk Jimbaran dengan pesan tegas dari Gubernur Bali, I Wayan Koster.
Dia menegaskan pusat perbelanjaan di Bali harus menjadi bagian dari daya tarik wisata, bukan sekadar tempat berbelanja.
“Sebagian besar pengunjung mal di Bali adalah wisatawan. Kalau mereka nyaman dan senang, pasti ingin datang lagi,” ujar Koster saat pembukaan. Ia menekankan, mal di Bali perlu menampilkan keunikan yang bisa menambah pengalaman liburan wisatawan, sehingga belanja menjadi bagian dari paket pariwisata Pulau Dewata.
Selain mendorong inovasi daya tarik, Koster juga mengingatkan pengelola pusat belanja untuk tertib aturan daerah, termasuk penggunaan aksara Bali sesuai Perda.
ISF 2025 yang digelar APPBI DPD Bali menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 RI dan HUT ke-67 Provinsi Bali. Tahun ini, festival belanja berlangsung 14–24 Agustus 2025, dengan melibatkan 400 mal di seluruh Indonesia.
Di Bali, mal yang ikut serta antara lain Level 21 Mall, Living World Denpasar, ICON Bali Mall, Trans Studio Mall Bali, Plaza Renon, Sidewalk Jimbaran, dan Beachwalk Shopping Center. Selama periode ISF, pengunjung bisa menikmati diskon hingga 80%, sesuai usia RI tahun ini.
Tak hanya potongan harga, ada juga program Big Shop Big Win dengan hadiah spektakuler seperti mobil listrik VinFast, iPhone 16, hingga ribuan voucher. Pengunjung cukup berbelanja minimal Rp100 ribu dan registrasi di customer service mal partisipan untuk ikut undian.
Ketua APPBI DPD Bali, Zenzen Guisi Halmis, menyebut ISF bukan sekadar festival diskon, tetapi juga wujud sinergi ritel dan pariwisata. “Dengan ISF 2025, kami berharap transaksi ritel dan kunjungan wisatawan di Bali meningkat. Mal kini menjadi bagian dari destinasi wisata, sekaligus ruang untuk memperkenalkan UMKM dan budaya lokal,” ujarnya.
Pembukaan ISF 2025 di Bali ini pun diharapkan bisa menjadi momentum penguatan wisata belanja, sekaligus membuktikan bahwa mal tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan modern, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif dan identitas budaya Bali. TS-01