Karangasem, todaysSpill.com
Petunjuk berupa sebuah tongkat di ketinggian 2.854 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi salah satu kunci Tim SAR Gabungan menemukan dua pendaki yang tersesat di Gunung Agung, Karangasem, Bali. Setelah sekitar empat jam menyisir medan terjal, keduanya akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.
Kedua pendaki tersebut yakni Piqri Zaenal Abidin (20) dan Lorenzo Regiraldo Tawang (23). Keduanya ditemukan di ketinggian sekitar 2.000 mdpl, tepatnya di antara Sungai Lebih dan Sungai Telung Buana, kawasan Gunung Agung.
Keduanya sebelumnya dilaporkan mengalami kesulitan kembali setelah diduga kehilangan arah saat melakukan perjalanan turun. Mereka diketahui memulai pendakian melalui jalur Pos Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, Karangasem, pada Selasa (8/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Informasi terakhir mengenai keberadaan keduanya diterima sekitar pukul 17.30 Wita. Setelah itu, upaya untuk menghubungi kedua pendaki tidak membuahkan hasil.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kondisi membahayakan manusia tersebut pada Rabu (9/9) pukul 08.25 Wita dari pelapor atas nama A. A. Sg. Istri Paramita.
Enam personel Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 08.45 Wita. Sekitar pukul 10.00 Wita, tim tiba di area parkir Pasar Agung, Selat, Karangasem, dan langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR yang terlibat.
Dalam pencarian tersebut, tim menemukan tongkat milik salah satu pendaki di ketinggian sekitar 2.854 mdpl. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting untuk memperkirakan arah pergerakan kedua pendaki.
Untuk memperluas penyisiran, Tim SAR Gabungan kemudian membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pembagian SRU dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian berdasarkan informasi posisi terakhir kedua pendaki serta berbagai petunjuk yang ditemukan di lapangan.
Pada pukul 10.35 Wita, SRU 1 yang terdiri dari 10 personel SAR gabungan bergerak menyusuri jalur pendakian menuju arah atas Gunung Agung.
Selanjutnya, pada pukul 10.56 Wita, SRU 2 dengan 10 personel bergerak menuju kawasan Embung Telung Buana untuk melakukan pencarian dari arah bawah menuju atas Gunung Agung.
Dari hasil analisis posisi terakhir dan petunjuk yang ditemukan, tim kemudian mencurigai kedua pendaki berada di jalur menuju Telung Buana.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara, mengatakan sekitar pukul 12.00 Wita tim bergerak melewati kawasan Pura Telaga Mas. Sekitar pukul 12.15 Wita, lima pemandu lokal juga menyusul dari arah Pura Pasar Agung untuk membantu pencarian.
Setelah menyisir medan Gunung Agung, pencarian akhirnya membuahkan hasil.
Sekitar pukul 13.30 Wita, SRU 1 melaporkan telah menemukan kedua pendaki.
“Kami temukan selama empat jam pencarian. Pendaki dapat kami temukan di ketinggian 2.000 mdpl pada pukul 13.30 Wita dengan kondisi selamat dan hanya mengalami kelelahan,” ujar Putu Handika.
Namun, tantangan belum berakhir setelah keduanya ditemukan. Kedua pendaki berada di kawasan curam dan di luar jalur pendakian. Kondisi cuaca juga tidak mendukung karena hujan ringan disertai kabut tebal membuat jarak pandang terbatas.
Tim pun melakukan evakuasi secara hati-hati untuk membawa keduanya turun menuju Pura Pasar Agung.
Untuk mempercepat proses evakuasi sekaligus memperkuat personel di lapangan, pada pukul 15.45 Wita lima personel tambahan bergerak menuju lokasi penemuan. Personel tambahan tersebut juga membawa logistik untuk tim yang masih melakukan operasi di medan Gunung Agung.
SRU 1 bersama kedua pendaki kemudian melanjutkan perjalanan turun. Sekitar pukul 16.45 Wita, seluruh Tim SAR Gabungan bersama kedua pendaki akhirnya tiba di area parkir Pura Pasar Agung.
Setibanya di lokasi, keduanya langsung mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis dari tim Puskesmas Selat Karangasem. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, kedua pendaki kemudian dijemput rekan-rekannya untuk kembali menuju Denpasar.
Operasi pencarian dan evakuasi tersebut melibatkan berbagai unsur SAR Gabungan, yakni Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat beserta satu unit ambulans, pemandu KUPS lokal Pasar Agung, Mudi Go To Mountain, KATA (Karangasem Trekking Association), Kelompok Pemandu Pengubengan, Pemandu Gunung Agung Lestari/Edelweis, serta rekan korban.
Medan Gunung Agung yang terjal dan berada di kawasan hutan menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Kondisi tersebut semakin berat dengan hujan ringan dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang selama pencarian maupun evakuasi.
Atas kejadian tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian.
Pendaki juga diminta selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan jalur pendakian resmi, serta tidak memaksakan diri apabila menghadapi kondisi yang berisiko.
“Bagi pendaki pemula, tidak kalah penting untuk didampingi oleh pemandu lokal,” imbaunya. TS-01