NUSA PENIDA, todaysSpill.com
Gelombang pasang yang cukup tinggi memaksa tim SAR mengubah strategi evakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Australia yang ditemukan meninggal dunia setelah jatuh dari tebing Kelingking Beach, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Sabtu (12/9/2026).
Korban, Cronin Brianna Lani (30), sebelumnya diduga tergelincir saat mencari jalur secara mandiri menuju ujung tebing. Ia kemudian terjatuh ke dasar jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter.
Medan terjal ditambah kondisi laut yang tidak bersahabat membuat proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Jalur laut yang semula menjadi pilihan akhirnya tidak dapat digunakan karena gelombang pasang tinggi di sekitar bibir pantai.
Koordinator Unit Siaga Nusa Penida, Cakra Negara, mengatakan korban diperkirakan mengalami kecelakaan sekitar pukul 09.00 Wita.
“Saat itu korban mencari jalur mandiri menuju ujung tebing sebelum akhirnya tergelincir dan jatuh ke jurang,” ujar Cakra Negara.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Pageh, warga Desa Kelingking, sekitar pukul 09.50 Wita. Setelah menerima laporan, tim penolong langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian sekaligus evakuasi.
Jalur Laut Gagal, Tim Naik Lewat Tangga
Setelah korban berhasil ditemukan di dasar jurang, tim awalnya merencanakan evakuasi menggunakan jalur laut. Namun, tingginya gelombang pasang membuat rencana tersebut dinilai tidak memungkinkan.

Tim akhirnya memilih jalur darat melalui anak tangga menuju Pantai Kelingking.
Tantangan tidak berhenti setelah korban ditemukan. Tim harus mengevakuasi korban dari dasar jurang dengan kondisi medan yang terjal dan akses yang sempit.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban mengalami sejumlah fraktur pada bagian tubuh. Korban kemudian dilakukan packing dan ditempatkan di atas tandu sebelum proses evakuasi dimulai.
“Korban mengalami beberapa fraktur pada bagian tubuh dan selanjutnya kami lakukan packing di atas tandu untuk memudahkan proses evakuasi,” jelas Cakra.
Tandu kemudian dibawa secara manual melewati jalur tangga Pantai Kelingking. Kondisi jalur yang menanjak dan sempit membuat proses evakuasi membutuhkan tenaga dan waktu cukup panjang.
Sekitar 1,5 jam, tim akhirnya berhasil membawa korban dari dasar tebing hingga ke bagian atas.
Setelah berhasil keluar dari kawasan tebing, korban kemudian dibawa menuju Klinik Griya Penida menggunakan ambulans Griya Penida untuk proses lebih lanjut.
“Korban selanjutnya dievakuasi menuju Klinik Griya Penida menggunakan ambulance Griya Penida,” kata Cakra.
Operasi pencarian dan pertolongan tersebut melibatkan TNI AL Pos Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Balawista Nusa Pantai Kelingking, Babinsa Desa Bunga Mekar, Klinik Griya Penida serta masyarakat setempat. TS-01