Home Bali Nyegara Gunung di Pantai Pandawa Jadi Magnet Wisata Budaya
BaliBudaya

Nyegara Gunung di Pantai Pandawa Jadi Magnet Wisata Budaya

Wisatawan Antusias Saksikan Prosesi Sakral Desa Adat Kutuh

Share
Foto Istimewa Nyegara Gunung: Upacara Nyegara Gunung di Pantai Pandawa serangkaian Karya di Pura Beji, Desa Adat Kutuh.
Foto Istimewa Nyegara Gunung: Upacara Nyegara Gunung di Pantai Pandawa serangkaian Karya di Pura Beji, Desa Adat Kutuh.
Share

Kutuh, todaysSpill.com
Pantai Pandawa kembali menghadirkan pemandangan berbeda. Bukan hanya panorama pantai yang memikat, tetapi juga prosesi sakral Nyegara Gunung yang menjadi bagian penutup rangkaian Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit Wrespati Kalpa di Pura Beji Desa Adat Kutuh. Tradisi yang berlangsung khidmat ini sukses menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara yang tengah berlibur.
Ratusan krama Desa Adat Kutuh mengikuti prosesi adat dengan penuh kekhusyukan, sementara wisatawan tampak mengabadikan momen tersebut dari berbagai sudut Pantai Pandawa. Kehadiran tradisi ini memperlihatkan sisi lain Bali sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya dan spiritual yang masih terjaga.

Baca Juga:  Penjor Festival 2025 Tutup Panggung dengan Harmoni Budaya di GWK


Jro Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, menjelaskan bahwa Nyegara Gunung merupakan tahapan penting dalam rangkaian karya di Pura Beji, yang menjadi pura terakhir dari 14 pelebaan pura di wilayah Desa Adat Kutuh.
“Rangkaian upacara yadnya telah berjalan dengan baik. Prosesi Nyegara Gunung dilaksanakan di Pantai Pandawa, kemudian dilanjutkan dengan Ngeloka Dresta dan diakhiri Penyineban sebagai penutup seluruh rangkaian upacara yadnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan karya suci tersebut menjadi bentuk komitmen masyarakat adat dalam menjaga kelestarian nilai-nilai spiritual di tengah perkembangan kawasan Bukit Kuta Selatan sebagai destinasi pariwisata internasional.
Melalui pelaksanaan Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit Wrespati Kalpa, pihaknya berharap Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan panugrahan dan kerahayuan kepada seluruh krama Desa Adat Kutuh, baik krama pengarep maupun krama tamiu. Doa juga dipanjatkan agar Desa Adat Kutuh beserta seluruh kawasan wisatanya, termasuk Pantai Pandawa, selalu diberikan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Pada kesempatan itu, Jro Nyoman Mesir juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan seluruh rangkaian upacara yadnya.
Sementara itu, Manggala Karya I Ketut Gita menjelaskan bahwa prosesi Nyegara Gunung merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Ida Bhatara Segara maupun Ida Bhatara sane melinggih di manca desa, dengan pusat pelaksanaan kegiatan di Pantai Pandawa.
Dalam prosesi tersebut turut dilaksanakan bakti pengremek sebagai bentuk bhakti kepada Ida Bhatara di Segara, mengingat sebelumnya telah dilakukan ngamit tirta kamandalu di laut.

Baca Juga:  Lagi, Kapal Kandas di Perairan Gillimanuk


Menurutnya, Nyegara Gunung bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memahami nilai-nilai spiritual melalui rangkaian meajar-ajar Nyegara Gunung, sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah modernisasi.
“Diharapkan melalui pelaksanaan upacara yadnya ini seluruh krama Desa Adat Kutuh memperoleh panugrahan berupa ketenteraman batin, baik secara sekala maupun niskala. Pemaknaan yadnya juga mengajarkan agar gerakan pikiran dan gerakan tubuh berjalan seimbang, sehingga seluruh rangkaian upacara dilaksanakan dengan rasa tulus ikhlas dan penuh makna,” jelasnya.
Sebagai Manggala Karya, I Ketut Gita juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga seluruh rangkaian Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit Wrespati Kalpa di Pura Beji Desa Adat Kutuh dapat berlangsung lancar, tertib, dan penuh khidmat.
Prosesi Nyegara Gunung di Pantai Pandawa menjadi bukti bahwa budaya Bali tetap hidup dan mampu menjadi daya tarik wisata tersendiri. Perpaduan antara tradisi yang sakral dengan destinasi wisata kelas dunia menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Desa Adat Kutuh di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Bali. TS-01

Share

Don't Miss

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala Bupati Badung yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran,...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional, tetapi telah menjadi panggung yang membuka jalan bagi peselancar Indonesia untuk...

Related Articles

HUT ke-57 ST Dharma Pertiwi Pecatu Berlangsung Meriah, Dimeriahkan KISS BAND, Oka Liku x Gek Rempong hingga DJ Performance

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Sekaa Teruna (ST) Dharma...

Dirjen Kemendagri Kagumi Inovasi Desa Pecatu, Layak Jadi Contoh Nasional

Pecatu, TodaysSpill.com Inovasi Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dalam mengolah sampah...

Air Mata dan Doa untuk Korban Bom BaliGround Zero Tempat Duka dan Harapan Perdamaian Bertemu

Kuta, todaysSpill.com Air mata tak terbendung ketika bunga diletakkan untuk mengenang para...

Pembangunan Rampung, Pura Ibu Panti Dukuh Bualu Gelar Karya Agung

Bualu, TodaysSpill.com Setelah melalui proses pembangunan sejak 2023 hingga rampung pada 2025,...