Pecatu, todaysSpill.com
Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional, tetapi telah menjadi panggung yang membuka jalan bagi peselancar Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan dunia. Memasuki penyelenggaraan ke-23, ajang bergengsi di Pantai Padang Padang (Labuan Sait), Desa Pecatu, Kuta Selatan, kembali mempertemukan 24 peselancar terbaik yang terdiri dari 12 atlet Indonesia dan 12 peselancar mancanegara.
Kompetisi yang berlangsung sepanjang 1–31 Agustus 2026 ini resmi dibuka oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui pemukulan gong sebagai tanda dimulainya kejuaraan. Hadir pula Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Camat Kuta Selatan Kadek Laksana, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Pengelola Kawasan Labuan Sait Made Wijana, Padang Padang Boardriders, serta jajaran manajemen Rip Curl.
General Manager Rip Curl, James Hendy, mengatakan sejak pertama kali digelar, Rip Curl Cup memiliki misi utama mengangkat talenta peselancar Indonesia agar dikenal di panggung internasional.
“Alasan kami memulai event ini adalah untuk menonjolkan talenta selancar lokal Indonesia. Banyak peselancar terbaik dunia sebenarnya tinggal di sini, tetapi dulu bakat mereka belum dikenal luas. Melalui ajang ini kami menghadirkan peselancar internasional agar profil peselancar Indonesia semakin dikenal di tingkat global,” ujarnya.
Menurut Hendy, sejarah membuktikan peselancar Indonesia justru lebih banyak meraih gelar juara Rip Curl Cup dibandingkan atlet internasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet Tanah Air memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan peselancar terbaik dunia.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi konsistensi Rip Curl yang selama 23 tahun menjadikan Pantai Padang Padang sebagai salah satu ikon kompetisi selancar dunia. Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat posisi Badung sebagai destinasi sport tourism internasional.
“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi sport tourism yang sangat efektif bagi Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan event internasional, Pemkab Badung juga tengah membangun akses jalan baru sepanjang 10 kilometer dengan lebar 24 meter yang menghubungkan Labuan Sait dan Jimbaran. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan maupun peserta pada penyelenggaraan Rip Curl Cup berikutnya.
Bupati juga mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan kawasan pantai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai agar citra Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap terjaga.
Rip Curl Cup Padang Padang sendiri menggunakan format khas “It’s On When It’s On”, di mana pertandingan hanya digelar saat ombak mencapai kondisi terbaik. Format tersebut menjadikan kejuaraan ini sebagai salah satu kompetisi selancar paling bergengsi di dunia karena seluruh atlet berlaga pada gelombang berkualitas terbaik di Pantai Padang Padang. TS-01