Kuta, todaysSpill.com
Suasana kebersamaan dan gotong royong mewarnai rangkaian upacara di Mrajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Temacun, Kecamatan Kuta, Badung. Setelah prosesi pecaruan Rsi Gana dilaksanakan, seluruh semeton dan masyarakat kini bersiap menyongsong puncak karya Pedudusan Alit dan Ngenteg Linggih pada Buda Umanis Prangbakat, 16 September 2026 mendatang.
Di tengah persiapan menuju puncak karya tersebut, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, yang sekaligus Pengrajeg Karya dan Pelingsir Arya Wang Bang Pinatih Temacun, menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh semeton dan masyarakat.
Permohonan itu disampaikan usai pelaksanaan upacara pecaruan Rsi Gana pada Minggu (13/9/2026) di Mrajan Agung Arya Wang Bang Pinatih, Jalan Majapahit, Kuta, Kabupaten Badung.

Upacara pecaruan tersebut dipuput oleh Ida Rsi Agung Yoga Sidhi Bang Pinatih dari Griya Agung Wang Bang Pinatih Padangsambian Kaja, Denpasar. Prosesi ini menjadi bagian awal dari rangkaian upacara Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih, Caru Rsi Gana dan Caru Wraspati Kalpa di Mrajan Agung.
Anom Gumanti menjelaskan, dalam upacara Dewa Yadnya tersebut terdapat dua caru yang dihaturkan, masing-masing di jeroan natar Mrajan dan jeroan natar jero.
Menurutnya, pelaksanaan dua pecaruan tersebut tidak terlepas dari posisi Mrajan Agung sebagai pancer atau pusat pasemetonan sareng sami yang disebut Jero Lingsir. Dari tempat tersebut, para Penglisir berasal.
“Kenapa ada upacara pecaruan di natar Mrajan berupa pecaruan Rsi Gana dan di natar jero berupa pecaruan Wraspati Kalpa dengan hewan kurban gempong asu, bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan seluruh tempat, baik di Mrajan Agung maupun di Jeroan,” jelas Gusti Anom Gumanti.
Ia menambahkan, prosesi pecaruan juga memiliki makna untuk nyomia butha-bhuti sekaligus mengharmoniskan energi negatif menjadi energi positif.
“Makna utamanya untuk nyomia Butha-Butha ini, energi negatif ini untuk kembali ke tempatnya asalnya, sehingga diperoleh vibrasi positif,” ungkap Anom Gumanti.
Pelaksanaan pecaruan pada Minggu tersebut berlangsung lancar. Anom Gumanti mengaku bahagia melihat kehadiran para semeton dan warga yang bergotong royong mempersiapkan sekaligus melaksanakan seluruh rangkaian upakara dan upacara.
Baginya, semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menyongsong puncak karya yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan.
“Saya meminta kepada semeton dan warga, dalam upacara-upacara selanjutnya, terlebih baru saja dilaksanakan pecaruan, dan nantinya pada Puncak Karya Pedudusan Alit dan Ngenteg Linggih pada Buda Umanis Prangbakat, 16 September 2026 mendatang. Saya sebagai Pengrajeg Karya dan Pelingsir Arya Wang Bang Pinatih Temacun, dengan sangat mohon doa restu dari seluruh masyarakat sehingga upacara Pujawali dapat terlaksanakan dengan baik dan lancar, serta paripurna,” harap Anom Gumanti.

Puncak karya Pedudusan Alit dan Ngenteg Linggih tersebut menjadi tahapan penting dalam seluruh rangkaian upacara di Mrajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Temacun.
Dalam upacara pecaruan tersebut turut hadir Camat Kuta I Made Agus Suantara, SE., MAP, Sekcam Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana, S.H., M.A.P., Kelian Banjar Temacun, Kelian Dinas Temacun, warga Banjar Temacun serta para undangan lainnya. TS-01