Home Pariwisata Puspa Negara Desak Langkah Berani Atasi Banjir Kuta–Legian
Pariwisata

Puspa Negara Desak Langkah Berani Atasi Banjir Kuta–Legian

Embung Diminta Jadi Prioritas Utama

Share
Foto Ist. Gercep: Wayan Puspa Negara yang gercep turun membantu evakuasi korban banjir di kawasan Dewi Sri, Legian belum lama ini.
Foto Ist. Gercep: Wayan Puspa Negara yang gercep turun membantu evakuasi korban banjir di kawasan Dewi Sri, Legian belum lama ini.
Share

Legian, todaysSpill.com
Banjir yang kembali melanda kawasan Kuta–Legian dinilai sebagai sinyal kuat bahwa penanganan tidak bisa lagi dilakukan setengah hati. Tokoh masyarakat Legian, I Wayan Puspa Negara, mendesak pemerintah mengambil langkah berani dan menjadikan pembangunan embung sebagai prioritas utama.
Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Badung ini, banjir yang terus berulang bukan semata akibat curah hujan tinggi, melainkan persoalan tata kelola air yang tidak dibenahi secara serius selama bertahun-tahun.

Baca Juga:  Ketika Pesisir Bali Menjadi Arena Tarik-Menarik antara Keadilan, Ekologi, dan Kapital

Ia mengungkapkan, kawasan Dewi Sri seluas sekitar 275 hektare yang kini menjadi pusat genangan dulunya merupakan lahan persawahan dan daerah rendah yang berfungsi sebagai tampungan air alami. Namun sejak alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman dan pariwisata sekitar 1998, fungsi “parkir air” tersebut hilang.
“Begitu lahan resapan hilang, air tidak punya ruang lagi. Akibatnya setiap musim hujan pasti banjir,” tegasnya, Jumat (27/2/2026).
Selain itu, kapasitas Tukad Mati dinilai tidak lagi memadai. Ia menyoroti minimnya normalisasi sungai yang disebut baru menyentuh sekitar 100 meter dari total panjang kurang lebih 7 kilometer.
“Kalau tidak dikeruk secara rutin dan menyeluruh, sedimentasi terus menumpuk dan sungai makin dangkal. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.
Tak hanya sungai, sistem drainase di kawasan Dewi Sri juga disebut banyak bermasalah. Saluran tersumbat sampah, bahkan ada yang tertutup pembangunan. Ia meminta Dinas PUPR tegas terhadap pelanggaran tata ruang dan Dinas LHK lebih intens membersihkan drainase.
Sebagai solusi jangka panjang, Puspa Negara menegaskan dukungannya terhadap wacana pembangunan embung yang digagas Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta. Embung dinilai menjadi jawaban strategis untuk menampung limpasan air dari kawasan 275 hektare tersebut sebelum dialirkan ke Teluk Benoa melalui muara Tukad Mati.

Baca Juga:  Utama Spice Jalin Harmoni dengan Komunitas, Budaya, dan Alam

Ia mengusulkan lahan kosong di selatan Central Parkir Kuta sebagai lokasi potensial pembangunan embung. Menurutnya, meski lahan tersebut milik pribadi, Pemkab Badung memiliki kapasitas untuk membelinya demi kepentingan publik.
“Kalau memang serius mau tuntaskan banjir, harus berani ambil keputusan besar. Jadikan embung ini super prioritas,” tegasnya.
Untuk penanganan darurat, ia juga mendorong penambahan pompa portabel agar genangan bisa langsung disedot sebelum meluas.
Puspa Negara menekankan bahwa tanpa langkah konkret dan terukur, banjir Kuta–Legian akan terus menjadi siklus tahunan yang merugikan masyarakat dan sektor pariwisata.TS-01

Share

Don't Miss

Bertahan Semalaman di Atas Karang

Kutsel, todaysSpil.com Malam panjang penuh ketegangan harus dilalui dua buruh proyek yang terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 100 meter di kawasan Pura...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris Manis, Early Bird Sold Out dalam Sepekan

Jakarta, TodaysSpill.com Antusiasme masyarakat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika International Circuit terus meningkat. Seluruh tiket Early Bird dilaporkan habis...

Related Articles

BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Perkuat Perlindungan 5.000 Ojol

Ungasan, todaysSpill.com BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja...

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional,...

Sabdha Kite Festival VI Perkuat Citra Pecatu sebagai Destinasi Wisata Budaya

Pecatu, todaysSpill.com Sabdha Kite Festival VI kembali membuktikan diri bukan sekadar ajang...