Kuta, todaysSpill.com
Musim gelombang tinggi yang melanda pesisir Bali tidak hanya menjadi tantangan bagi wisatawan, tetapi juga dimanfaatkan UPTD Penyelamatan Wisatawan (Lifeguard) Badung sebagai momentum meningkatkan kemampuan personel. Ombak setinggi 4 hingga 6 feet dijadikan “kelas alam” untuk mengasah keterampilan penyelamatan melalui pelatihan pengoperasian rubber boat (perahu karet).
Pelatihan yang berlangsung di Pos Lifeguard Legian, depan eks Hotel Niksoma, Senin (20/7/2026), diikuti 20 personel gabungan dari Lifeguard Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. Kegiatan dibuka Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kecamatan Kuta, I Wayan Somer.
Sebelum turun ke laut, peserta dibekali materi mengenai karakteristik rubber boat, teknik pengoperasian, prosedur keselamatan, hingga strategi evakuasi korban. Setelah itu mereka langsung menjalani simulasi di Pantai Legian dengan kondisi ombak yang cukup besar. Berbagai skenario dilatihkan, mulai dari manuver perahu, menerobos gelombang, hingga penyelamatan korban tenggelam.
Menurut Wayan Somer, pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi personel setelah sebelumnya difokuskan pada pengoperasian jet ski. Kegiatan direncanakan berlangsung selama empat hari, namun pelaksanaannya akan dievaluasi setelah sesi pertama.
Untuk memastikan setiap tahapan berjalan optimal, latihan juga dipantau menggunakan drone. Rekaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi terhadap teknik manuver maupun prosedur penyelamatan yang dilakukan para peserta.
Ia menjelaskan, penguasaan rubber boat menjadi keterampilan yang wajib dimiliki setiap lifeguard karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan jet ski. Masing-masing memiliki fungsi, keunggulan, dan keterbatasan sehingga personel harus mampu menentukan penggunaan alat yang paling tepat sesuai kondisi di lapangan.

Wayan Somer
“Setiap alat memiliki kelebihan dan kekurangan. Anggota harus memahami teknik dasar sekaligus mengetahui cara mengatasi keterbatasan rubber boat agar saat melakukan penyelamatan bisa bekerja secara maksimal,” ujarnya.
Sebagai daerah tujuan wisata internasional dengan garis pantai yang panjang, Badung membutuhkan personel penyelamat yang selalu siap menghadapi berbagai kondisi laut. Karena itu, pelatihan rutin menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme sekaligus kesiapsiagaan menghadapi berbagai insiden, mulai dari wisatawan terseret arus, tenggelam, hingga operasi pencarian orang hilang di laut.
Menurut Somer, berlatih di tengah gelombang tinggi justru memberikan pengalaman yang lebih mendekati kondisi nyata saat operasi penyelamatan berlangsung. Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan tersebut juga membentuk mental personel agar lebih tenang dan percaya diri ketika menghadapi situasi darurat.
“Ini juga menjadi penyegaran sekaligus pembinaan bagi anggota baru agar memiliki mental yang kuat, tangguh, dan profesional sebagai regenerasi bagi anggota yang nantinya memasuki masa purna tugas,” katanya.
Di sela-sela pelatihan, Somer juga kembali mengingatkan wisatawan agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan yang terpasang di sepanjang pantai. Menurutnya, masih ditemukan pengunjung yang nekat berenang di zona berbahaya meski telah berulang kali diperingatkan petugas.
Sementara itu, Kepala UPTD Lifeguard Kuta Selatan Ni Putu Sastra Labda Patni mengatakan sebanyak 10 personelnya ikut dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, kemampuan mengoperasikan rubber boat menjadi kebutuhan penting karena tidak semua lokasi penyelamatan dapat dijangkau menggunakan jet ski.

Ni Putu Sastra Labda Patni
Kawasan seperti Uluwatu, Bingin, dan Labuan Sait yang memiliki banyak karang lebih efektif dijangkau menggunakan perahu karet. Selama ini, apabila terjadi insiden di lokasi tersebut, jet ski harus didatangkan dari Pos Pandawa atau Jimbaran sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
“Karena itu rubber boat perlu ditempatkan sebagai respons awal sambil menunggu jet ski tiba di lokasi. Pelatihan ini sangat penting untuk melatih mental, fisik, dan kemampuan anggota saat melakukan penyelamatan di medan ekstrem dengan arus yang kuat,” jelasnya.

Pelatihan ini diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan Lifeguard Badung dalam memberikan layanan penyelamatan yang cepat, tepat, dan profesional, sehingga keamanan wisatawan di kawasan pantai tetap terjaga meski menghadapi musim gelombang tinggi. TS-01