Home Bali Bukan Sekadar Lomba, Pecatu Tanamkan Makna Kemerdekaan kepada Generasi Muda
BaliBudayaPendidikanSeni

Bukan Sekadar Lomba, Pecatu Tanamkan Makna Kemerdekaan kepada Generasi Muda

Share
Foto Istimewa Lomba: Siswa SD di Pecatu mengikuti Lomba Seni Budaya yang dibuka Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-68 Provinsi Bali.
Foto Istimewa Lomba: Siswa SD di Pecatu mengikuti Lomba Seni Budaya yang dibuka Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-68 Provinsi Bali.
Share

Pecatu, todaysSpill.com
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, tidak hanya menghadirkan kompetisi untuk memperebutkan juara. Di balik lomba menyanyi, membaca puisi hingga mewarnai, Pemerintah Desa Pecatu berupaya mengenalkan kembali makna perjuangan dan kemerdekaan kepada generasi muda.
Puluhan siswa sekolah dasar (SD) dari seluruh Desa Pecatu mengikuti lomba seni budaya di Ruang Pertemuan Kantor Perbekel Pecatu, Kamis (13/8/2026). Anak-anak kelas I hingga VI menunjukkan kemampuan masing-masing, mulai dari menyanyikan lagu wajib nasional, membacakan puisi dengan penuh penghayatan hingga menuangkan kreativitas melalui gambar bertema kemerdekaan.
Bagi Pemerintah Desa Pecatu, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara agar perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Anak-anak diajak mengenal nilai perjuangan melalui kegiatan yang sesuai dengan dunia mereka.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Denpasar Bayarkan Klaim Hampir Rp478 Miliar


Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya, mengatakan pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademis. Generasi muda juga perlu diberikan ruang untuk mengenal sejarah, budaya, seni serta nilai-nilai perjuangan bangsa.
“Kami tidak hanya berpikir menghasilkan SDM dari sisi akademis. Kami juga ingin membuka cakrawala anak didik untuk mengenang dan memahami salah satu titik perjuangan kita,” ujarnya.
Menurut Karyana, pesan perjuangan bahkan dapat dikenalkan melalui lagu-lagu nasional yang dibawakan peserta lomba. Anak-anak diharapkan tidak hanya menghafal lirik dan mengikuti irama, tetapi memahami makna yang terkandung di dalam lagu tersebut.
Dengan demikian, kegiatan seni budaya menjadi media untuk menanamkan nilai perjuangan sekaligus mengajak anak-anak memahami bagaimana kemerdekaan yang diperoleh para pendahulu harus diisi oleh generasi saat ini.
“Semoga kita selalu diberkati dan diberi tuntunan dalam melanjutkan serta mengisi kemerdekaan ini,” katanya.
Dari Panggung Lomba hingga Pembibitan Potensi
Selain menanamkan nilai perjuangan, lomba tingkat desa tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan di luar bidang akademis.
Ketua Panitia yang juga Sekretaris Desa Pecatu, Putu Aryanto, mengatakan kegiatan dirancang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya siswa SD, rangkaian kegiatan juga menyasar pelajar SMP, SMA, organisasi kepemudaan hingga masyarakat umum.
“Rangkaian kegiatan ini berkaitan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-68 Provinsi Bali. Kami mengajak berbagai unsur masyarakat untuk terlibat, baik dalam kegiatan olahraga maupun seni budaya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Badung Perkuat Pelestarian Tradisi

Rangkaian kegiatan diawali Liga Kemerdekaan berupa turnamen sepak bola tingkat SD pada 7 Agustus 2026. Setelah olahraga, giliran bidang seni budaya mendapat panggung pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan akan kembali berlanjut pada 16 Agustus melalui berbagai perlombaan yang dikoordinasikan Karang Taruna Desa Pecatu. Pesertanya berasal dari tingkat SD, SMP, SMA, karang taruna hingga masyarakat.
Puncak kegiatan dijadwalkan pada 17 Agustus 2026 melalui upacara bendera sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Aryanto berharap kompetisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan tahunan. Anak-anak yang mengikuti lomba diharapkan memiliki motivasi untuk terus berlatih sehingga kemampuan yang muncul dalam ajang tingkat desa dapat berkembang menjadi prestasi yang lebih tinggi.
“Harapannya, semangat perjuangan para pendahulu kita terus tumbuh dalam jiwa para penerus bangsa. Lomba ini juga menjadi motivasi bagi peserta untuk terus berlatih sehingga nantinya lahir bibit atlet maupun seniman berprestasi dari Pecatu,” katanya.
Hasil Lomba
Dalam lomba menyanyikan lagu wajib nasional dan lagu pilihan, Ni Putu Walan Pradnya Swari dari SD No. 6 Pecatu meraih juara pertama dengan nilai 86. Posisi kedua ditempati I Wayan Fario Ardinova dari SD No. 3 Pecatu dengan nilai 82, sedangkan I Kadek Wira Prasasta Adistana dari SD No. 5 Pecatu berada di posisi ketiga dengan nilai 73.
Zovita Durla Kalista dari SD No. 1 Pecatu memperoleh nilai 72 dan berada di posisi keempat. Posisi kelima diraih Ni Pum Clarasasti Mabeywari dari SD No. 4 Pecatu dengan nilai 55, disusul Ni Putu Shinta Cahya Dewi dari SD No. 2 Pecatu dengan nilai 45.
Untuk lomba membaca puisi, juara pertama diraih I Kadek Agus Suputra Widana dari SD No. 4 Pecatu dengan nilai 92,4. Juara kedua diraih Ni Kadek Nanda Rahayu Antari Putri dari SD No. 2 Pecatu dengan nilai 91,6.
Selanjutnya Ni Putu Devika Manik Purnawan S dari SD No. 6 Pecatu dengan nilai 84,2, Ni Kadek Nayaka Cahya Dewi dari SD No. 3 Pecatu dengan nilai 83,8, Dhirgham Projusticio Kartiko dari SD No. 5 Pecatu dengan nilai 78, dan Syafa Aqira dari SD No. 1 Pecatu dengan nilai 76.
Sementara itu, lomba mewarnai tema kemerdekaan dibagi berdasarkan kategori kelas. Untuk kelas II, Ni Putu Khalila Neharika Putri dari SD No. 4 Pecatu menjadi juara pertama dengan nilai 98. Juara kedua diraih Ni Putu Kania Gitarisha dari SD No. 6 Pecatu dengan nilai 91, disusul Gracia Oktavania Funan dari SD No. 5 Pecatu dengan nilai 87.


Kategori kelas I dimenangkan Ni Kadek Harshita Deandra Pradnya dari SD No. 4 Pecatu dengan nilai 99. Posisi berikutnya ditempati Al-Piyah dari SD No. 1 Pecatu dengan nilai 98 dan I Ketut Arya Amerta Dianta dari SD No. 3 Pecatu dengan nilai 85.
Sedangkan kategori kelas III dimenangkan Ni Putu Gempita Kirana Dewi dari SD No. 6 Pecatu dengan nilai 98. Juara kedua diraih Kadek Pande Kania Maheswari dari SD No. 4 Pecatu dengan nilai 95, disusul Ni Kadek Wujnyani Desiantari dari SD No. 5 Pecatu dengan nilai 85.
Penilaian lomba dilakukan berdasarkan indikator sesuai jenis kompetisi. Lomba menyanyi menitikberatkan pada vokal dan intonasi, penghayatan dan ekspresi, penampilan, serta ketepatan lirik dan tempo.
Lomba membaca puisi menilai penjiwaan, vokal dan artikulasi, ketepatan tempo, serta penampilan dan gestur. Sementara lomba mewarnai dinilai dari kreativitas warna, kerapian, kesesuaian dengan tema dan penyelesaian gambar.
Hasil penilaian dewan juri dinyatakan final dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-68 Provinsi Bali di Desa Pecatu. TS-01

Share

Don't Miss

Bertahan Semalaman di Atas Karang

Kutsel, todaysSpil.com Malam panjang penuh ketegangan harus dilalui dua buruh proyek yang terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 100 meter di kawasan Pura...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris Manis, Early Bird Sold Out dalam Sepekan

Jakarta, TodaysSpill.com Antusiasme masyarakat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika International Circuit terus meningkat. Seluruh tiket Early Bird dilaporkan habis...

Related Articles

Kripto Dinilai Punya Potensi Besar, Bali Jadi Pasar Strategis Adopsi Web3

Mangupura, todaysSpill.com Perkembangan aset kripto dan teknologi Web3 di Bali dinilai memiliki...

BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Perkuat Perlindungan 5.000 Ojol

Ungasan, todaysSpill.com BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja...

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung...

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala...