Jakarta, todaysSpill.com
Lebaran 2026 tak lagi identik hanya dengan tradisi pulang kampung. Momentum ini kini menjelma menjadi pendorong besar pergerakan pariwisata nasional, seiring melonjaknya mobilitas masyarakat ke berbagai destinasi unggulan.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat peningkatan trafik penumpang sebesar 6,4% selama periode libur Lebaran, sekaligus diiringi lonjakan kunjungan wisata di berbagai kawasan yang dikelola.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menilai tingginya mobilitas ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor aviasi dan pariwisata kini bergerak beriringan dalam fase pemulihan yang semakin solid.
“Lebaran bukan hanya tentang sampai ke kampung halaman, tetapi juga bagaimana masyarakat menikmati perjalanan dan pengalaman liburan yang seamless dan berkesan,” ujarnya.

Selama periode 13–29 Maret 2026, bandara-bandara di bawah InJourney melayani 8,87 juta penumpang, dengan total 63.222 pergerakan pesawat atau tumbuh 9%. Puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret dengan 568.871 penumpang, sementara arus balik memuncak pada 29 Maret mencapai 603.575 penumpang—melonjak 14,8% dibandingkan tahun lalu.
Tak hanya kuantitas, kualitas layanan juga menjadi sorotan. Tingkat keterisian penumpang (load factor) mencapai 81,6% dengan pemanfaatan slot bandara sebesar 82,3%, didukung 4.097 extra flight untuk mengantisipasi lonjakan.
Di tengah tingginya mobilitas, pengalaman penumpang tetap terjaga. Survei terhadap sekitar 2.000 responden menunjukkan tingkat kepuasan tinggi, dengan skor 4,8 untuk layanan bandara dan 4,81 untuk pengalaman perjalanan selama Ramadan.
Fenomena ini turut berdampak langsung pada destinasi wisata. Kawasan yang dikelola InJourney Destination Management mencatat 326.676 kunjungan hanya dalam 10 hari. Prambanan menjadi primadona dengan 130.083 pengunjung, disusul TMII 116.865 dan Borobudur 69.742 wisatawan.
Berbagai program seperti Pasar Medang hingga Pelangi di Mars menjadi magnet baru, menghadirkan perpaduan wisata budaya, kuliner, dan hiburan keluarga dalam satu pengalaman.

Di Bali, geliat serupa terlihat di kawasan The Nusa Dua yang mencatat 133.127 kunjungan wisatawan. Sementara destinasi lain seperti The Mandalika dan Golo Mori juga menunjukkan pergerakan positif.
Kinerja sektor perhotelan pun ikut terdongkrak. InJourney Hospitality mencatat peningkatan okupansi hingga 9%, dengan hotel-hotel di Bali—seperti Merusaka Nusa Dua dan Bali Beach Hotel—menjadi favorit wisatawan kelas atas.
Tak ketinggalan, sektor ritel juga menikmati efek Lebaran. Sarinah mencatat 683 ribu pengunjung, didorong berbagai program promosi dan aktivasi brand yang memperkaya pengalaman belanja.
Capaian ini menegaskan perubahan pola perjalanan masyarakat. Lebaran kini bukan hanya momen pulang, tetapi juga momentum liburan yang mendorong perputaran ekonomi dan kebangkitan pariwisata nasional.
“InJourney akan terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas layanan agar setiap perjalanan menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan,” tutup Maya. TS-01