Home Bali Kiprah Satgas Sampah Desa Adat Kutuh
BaliKesehatanPariwisata

Kiprah Satgas Sampah Desa Adat Kutuh

Dari Jalanan Kutuh, Perlawanan Sunyi Melawan Sampah Dimulai

Share
Foto2 Istimewa Sampah Liar: Kegiatan Satgas Sampah Desa Adat Kutuh membersihkan dan memburu pembuang sampah liar di Desa Kutuh, Kutsel.
Foto2 Istimewa Sampah Liar: Kegiatan Satgas Sampah Desa Adat Kutuh membersihkan dan memburu pembuang sampah liar di Desa Kutuh, Kutsel.
Share

Badung, todaysSpill.com
Pagi belum sepenuhnya hangat ketika sekelompok pria berseragam sederhana menyusuri jalan-jalan Desa Adat Kutuh. Di tangan mereka, kantong sampah dan tongkat penjepit. Di balik langkah yang tampak biasa itu, tersimpan tekad besar: menjaga tanah adat tetap bersih dari ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Di tengah persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan di Bali, Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan, Badung, memilih tidak tinggal diam. Desa adat ini membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah, sebuah gerakan kolektif yang bukan hanya membersihkan sampah berserakan, tetapi juga memburu para pembuang sampah liar, terutama yang datang dari luar wilayah desa.
Satgas Sampah Desa Adat Kutuh terdiri dari perwakilan setiap banjar. Mereka bekerja dalam dua shift, pagi dan sore, menyisir jalan desa setiap hari. Setiap temuan, mulai dari tumpukan sampah hingga titik rawan pembuangan, langsung dilaporkan melalui grup WhatsApp yang melibatkan Bendesa Adat dan para kelian banjar. Dari ruang digital itulah kondisi lingkungan Kutuh dipantau, dievaluasi, dan dibandingkan dari hari ke hari.

Diperkenalkan: Satgas Sampah saat diperkenalkan Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyomam Mesir

Baca Juga:  Pengguna Tol Bali Mandara Tembus 20 Juta Kendaraan Nyepi Tutup 32 Jam

Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, menyebut gagasan pembentukan satgas ini sebenarnya telah lama ia simpan. Sejak 2019, saat pertama menjabat sebagai bendesa, keresahan melihat sampah di jalanan sudah muncul. Namun pandemi Covid-19 memaksa rencana itu tertunda.
“Waktu itu saya sudah bercita-cita membentuk satgas sampah. Tapi pandemi datang, semua harus ditunda,” kenang Jro Mesir, Jumat (26/12/2025).
Saat kembali mengemban amanah untuk periode kedua, kondisi lingkungan justru kian memprihatinkan. Fenomena banjir yang sempat melanda Bali menjadi alarm keras. Sampah, menurut Mesir, tak bisa lagi dipandang sepele.
“Akhirnya apa pun alasannya, satgas ini harus jalan. Kami rapatkan barisan, ambil perwakilan dari tiap banjar, dan seluruh prajuru sepakat,” ujarnya.

Beraksi: Satgas Sampah saat beraksi di jalanan

Baca Juga:  Terseret Arus Saat Berenang Seorang WNA Meninggal Dunia

Satgas ini secara khusus menangani sampah liar, sampah yang dibuang sembarangan di jalan dan lahan kosong. Sementara pengelolaan sampah berbayar tetap menjadi kewenangan desa dinas. Dalam hampir tiga minggu berjalan, perubahan mulai terasa. Jalan-jalan yang sebelumnya dipenuhi sampah perlahan tampak bersih.
Namun tantangan belum selesai. Berdasarkan laporan warga, pelaku pembuangan sampah kerap melintas cepat menggunakan sepeda motor. Untuk itu, Desa Adat Kutuh menyiapkan langkah tak biasa: imbalan Rp200 ribu bagi warga yang berhasil merekam atau menangkap pelaku.
“Kalau belum ada yang melapor, nominalnya bisa kami tingkatkan. Ini bentuk keseriusan kami,” tegas Jro Mesir.
Tak hanya itu, CCTV bergerak akan dipasang di titik-titik rawan, dengan akses pemantauan langsung melalui ponsel anggota satgas. Bagi pelanggar yang tertangkap, sanksi menanti, denda Rp1 juta di Desa Adat dan Rp1 juta di Desa Dinas.
Di balik kebijakan tegas itu, ada kerja berat yang jarang disorot. Setiap anggota Satgas Sampah menerima gaji Rp3,5 juta per bulan, imbalan atas pekerjaan yang tak semua orang mau lakukan. Membersihkan sampah di jalanan bukan tugas ringan, baik secara fisik maupun mental.
Salah satu anggota satgas, Made Astika mengakui kondisi awal sangat memprihatinkan. “Awalnya sampah di jalan benar-benar mengerikan. Tapi setelah beberapa hari mulai berkurang. Setelah tiga minggu, kesadaran warga sudah jauh meningkat,” katanya, didampingi Nyoman Topik Astana.

Tugas Satgas: Bendesa Adat Kutuh saat menjelaskan tugas-tugas Satgas Sampah Desa Adat Kutuh.

Baca Juga:  Menavigasi Tekanan Pasar Kripto: BVR ONE Gelar Monthly Meet Up untuk Perkuat Jaringan Web3 Bali

Selain patroli dan pembersihan, satgas juga aktif melakukan edukasi, mengajak warga memilah sampah dari rumah agar mudah ditangani di TPST 3R Desa Kutuh. Upaya ini diharapkan membentuk kebiasaan baru, bukan sekadar ketakutan akan sanksi.
Jro Mesir pun mengajak desa-desa perbatasan seperti Sawangan, Kelurahan Benoa, dan Ungasan untuk bergerak bersama. Baginya, kebersihan tak mengenal batas administratif.
“Jangan sampai Kutuh bersih, tapi perbatasannya masih kotor. Lingkungan ini milik kita bersama,” ujarnya.
Di jalanan Kutuh hari ini, perjuangan melawan sampah mungkin tampak sunyi. Namun dari langkah-langkah kecil para anggota satgas itulah harapan besar tumbuh, tentang desa adat yang bersih, bermartabat, dan layak menjadi wajah pariwisata Bali ke depan. TS-01

Share

Don't Miss

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala Bupati Badung yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran,...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional, tetapi telah menjadi panggung yang membuka jalan bagi peselancar Indonesia untuk...

Related Articles

HUT ke-57 ST Dharma Pertiwi Pecatu Berlangsung Meriah, Dimeriahkan KISS BAND, Oka Liku x Gek Rempong hingga DJ Performance

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Sekaa Teruna (ST) Dharma...

Dirjen Kemendagri Kagumi Inovasi Desa Pecatu, Layak Jadi Contoh Nasional

Pecatu, TodaysSpill.com Inovasi Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dalam mengolah sampah...

Mamaka Fun Run Vol. 3 Padukan Olahraga dan Edukasi Kesehatan Mental

Kuta, todaysSpill.com Mamaka Hotels & Resorts memperluas kontribusinya kepada masyarakat melalui Mamaka...

Air Mata dan Doa untuk Korban Bom BaliGround Zero Tempat Duka dan Harapan Perdamaian Bertemu

Kuta, todaysSpill.com Air mata tak terbendung ketika bunga diletakkan untuk mengenang para...