Mangupura, todaysSpill.com
Di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Subhakti Ungasan menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi dan memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi anggota. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-22 yang digelar Sabtu (24/1/2026) di Ballroom Hotel Swiss-Belresort Pecatu.
RAT tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali atau perwakilannya, Dekopinwil Provinsi Bali, Camat Kuta Selatan, serta ratusan anggota dan undangan lainnya.

Testimoni: Testimoni yang dismpaikan salah seorang pengusaha terkait dukungan yang diberikan Ketua KSP Subhakti Ungasan.
Ketua KSP Subhakti Ungasan, I Made Suanda Wisnaya, S.E., menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 koperasi yang dipimpinnya mencatat pertumbuhan kinerja yang melampaui rencana kerja. Capaian tersebut disebut tidak terlepas dari strategi manajemen yang menekankan keseimbangan antara nilai, tata kelola, dan inovasi usaha.
“Kunci keberhasilan kami berangkat dari nilai spiritual, kejujuran, integritas, dan amanah. Selanjutnya giving atau memberi manfaat, transparansi, keterbukaan, serta edukasi untuk meningkatkan kualitas SDM agar mampu bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman,” ujar Suanda Wisnaya.
Transformasi Kelembagaan dan Ekspansi Usaha
Sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, KSP Subhakti Ungasan telah merealisasikan Perubahan Anggaran Dasar (PAD) dan membentuk badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) melalui PT Multi Collaboration Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperluas inovasi produk dan layanan, baik bagi anggota maupun masyarakat.
Selain itu, koperasi juga membuka kantor kas di Kediri, Tabanan, serta merekrut 17 karyawan baru untuk mendukung pengembangan usaha.
“Kami ingin membangun usaha dan cabang di seluruh kabupaten di Bali, terutama untuk membantu usaha kecil yang belum tersentuh teknologi agar agar bisa mengakses permodalan,” ungkapnya.

Ketua KSP Subhakti Ungasan, I Made Suanda Wisnaya, S.E. membuka jalannya RAT ke-22
Fokus Pembiayaan Sektor Riil
Sejalan dengan arahan pemerintah, KSP Subhakti Ungasan juga aktif terlibat dalam pembiayaan sektor riil. Pembiayaan tersebut mencakup pengembangan villa, guest house, carwash, dan usaha produktif lain milik anggota yang diharapkan mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal.
Tak hanya berorientasi bisnis, koperasi ini juga menjalankan fungsi sosial dan pendidikan. Di antaranya pemberian dana kedukaan hingga Rp15 juta bagi anggota yang meninggal dunia, serta program pelatihan rutin setiap hari Sabtu untuk mencetak SDM yang kompetitif.

RAT ke-22: Foto Suasana RAT ke-22 KSP Subhakti Ungasan yang disambut antusias anggotanya.
Produk Investa dan Kinerja Keuangan
Dalam upaya memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi anggota, KSP Subhakti Ungasan yang pernah meraih predikat Koperasi Berprestasi Nasional Tahun 2019 meluncurkan produk Investa pada tahun 2025.
“Kami tidak semata-mata berorientasi pada profit. Yang terpenting adalah manfaat bagi anggota. Koperasi boleh besar, tapi anggota juga harus bertumbuh,” tegas Suanda Wisnaya.
Hingga akhir 2025, aset KSP Subhakti Ungasan tercatat Rp215 miliar, meningkat 8,2 persen dibandingkan tahun 2024. Likuiditas koperasi terjaga di level 12 persen, dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai Rp3,8 miliar.
Dari total SHU tersebut, sebesar Rp2,6 miliar dibagikan kepada anggota. Saat ini, jumlah anggota inti KSP Subhakti Ungasan mencapai 3.612 orang, dengan keanggotaan yang masih terbuka.

Tanda tangan: Penandatangan Berita Acara RAT oleh Ketua KSP Subhakti Ungasan serta unsur terkait.
Arah Strategis 2026
Memasuki tahun 2026, KSP Subhakti Ungasan menargetkan peningkatan kualitas dan kapabilitas organisasi di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu. Strategi yang disiapkan antara lain penguatan PT yang menaungi seluruh unit usaha seperti carwash, villa, guest house, dan produk fashion.
Selain itu, koperasi juga akan membuka cabang di daerah potensial, mengembangkan kelas eksekutif untuk mencetak SDM unggul, memperbanyak variasi produk simpanan, serta memperluas kerja sama pembiayaan bagi anggota yang ingin membangun usaha.
“Kami ingin koperasi tetap adaptif, relevan, dan menjadi solusi nyata bagi anggota,” pungkas Suanda Wisnaya. TS-01