Home Budaya Siat Yeh Banjar Teba Terus Hidup di Tengah Modernisasi
BudayaPariwisata

Siat Yeh Banjar Teba Terus Hidup di Tengah Modernisasi

Dari Warisan Leluhur ke Ruang Kebersamaan

Share
Foto2 Istimewa Antusias: Warga Banjar Teba Jimbaran sangat antusias mengikuti prosesi Siat Yeh yang digekar saat Ngembak Geni Nyepi.
Foto2 Istimewa Antusias: Warga Banjar Teba Jimbaran sangat antusias mengikuti prosesi Siat Yeh yang digekar saat Ngembak Geni Nyepi.
Share

Jimbaran, todaysSpill.com
Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Bali Selatan, masyarakat Banjar Teba, Jimbaran, tetap teguh menjaga warisan leluhur melalui tradisi Siat Yeh atau Panglukatan Agung yang digelar setiap Ngembak Geni, sehari setelah Hari Raya Nyepi.

Baca Juga:  Generasi Chef Muda Indonesia Bawa Lulu Bistrot ke Panggung Kuliner Dunia

Tradisi yang kembali dilaksanakan pada Jumat (20/3/2026) ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk nyata bagaimana kearifan lokal tetap bertahan di tengah arus modernisasi. Bagi warga, Siat Yeh adalah identitas, sekaligus ruang kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial antar krama banjar.
Sejak pagi hari, masyarakat telah memulai rangkaian prosesi dengan mendak toya, yakni pengambilan air suci dari dua titik berbeda: Segara Kangin (timur) dan Segara Kauh (barat). Dua sumber air ini kemudian dipersatukan sebagai simbol keseimbangan alam dan kehidupan.
Kelian Adat Banjar Teba, I Wayan Eka Santa Purwita didampingi Kaling Teba, Wayan Arnawa menegaskan, tradisi ini merupakan rekonstruksi kebiasaan masyarakat Jimbaran di masa lalu yang terus dijaga secara turun-temurun.

Baca Juga:  Pariwisata Bali, Penggerak Pertumbuhan dan Tantangan yang Dihadapi

“Ini adalah warisan yang kami rawat bersama. Air dari dua segara disatukan sebagai simbol keseimbangan, lalu digunakan untuk panglukatan atau pembersihan diri secara spiritual,” jelasnya.
Tak hanya sarat makna religius, Siat Yeh juga menjadi ruang interaksi sosial. Tahun ini, kebersamaan itu semakin terasa dengan adanya kapelinggih atau makan bersama yang melibatkan seluruh warga dan undangan.
Menurutnya, kapelinggih menjadi simbol rasa syukur sekaligus penguat solidaritas masyarakat. Tradisi ini pun tidak hanya menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mempererat hubungan antar sesama.
“Ini bentuk syukur kami karena tradisi ini masih terus berjalan dan bisa dinikmati bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, Siat Yeh menjadi penanda penting bagi masyarakat untuk memulai kembali kehidupan setelah Nyepi dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi dalam menjaga harmoni kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  15 Years of Defining Luxury Exquisite Media’s Journey from Print Pioneer to Asia’s Lifestyle Authority

Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta, yang membuka kegiatan ini bersama Bendesa Adat Jimbaran, Lurah Jimbaran serta tokoh masyaralat lainnya, mengapresiasi komitmen masyarakat dalam melestarikan tradisi tersebut. Ia menyebut Siat Yeh sebagai bagian dari program pelestarian budaya yang mendapat dukungan pemerintah daerah.
“Tradisi ini adalah identitas budaya yang harus dijaga bersama. Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan pemerintah, saya yakin Siat Yeh akan tetap lestari,” ujarnya.
Di tengah gempuran modernisasi dan industri pariwisata, Siat Yeh menjadi bukti bahwa budaya lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga terus hidup—dirawat oleh komunitas yang menjadikannya sebagai bagian dari jati diri mereka. TS-01

Share

Don't Miss

Bertahan Semalaman di Atas Karang

Kutsel, todaysSpil.com Malam panjang penuh ketegangan harus dilalui dua buruh proyek yang terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 100 meter di kawasan Pura...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris Manis, Early Bird Sold Out dalam Sepekan

Jakarta, TodaysSpill.com Antusiasme masyarakat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika International Circuit terus meningkat. Seluruh tiket Early Bird dilaporkan habis...

Related Articles

BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Perkuat Perlindungan 5.000 Ojol

Ungasan, todaysSpill.com BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja...

Bukan Sekadar Lomba, Pecatu Tanamkan Makna Kemerdekaan kepada Generasi Muda

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta...

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional,...