Home Bali Transformasi 23 Tahun Koperasi Subhakti
BaliEkonimi

Transformasi 23 Tahun Koperasi Subhakti

Dari Koperasi Tradisional ke Dunia Fashion

Share
Foto/Ist Potong tumpeng: Pemotongan tumpeng oleh Ketua Koperasi Subhakti Ungasan, Made Suanda Wisnaya menandai Hut ke-23 Koperasi Subhakti Ungasan.
Foto/Ist Potong tumpeng: Pemotongan tumpeng oleh Ketua Koperasi Subhakti Ungasan, Made Suanda Wisnaya menandai Hut ke-23 Koperasi Subhakti Ungasan.
Share

Ungasan, todaysSpill.com
Pantai Melasti, Minggu (31/8/2025) pagi itu tak hanya menjadi saksi kemeriahan perayaan ulang tahun sebuah koperasi. Ratusan anggota, masyarakat, hingga mitra usaha berkumpul dalam suasana penuh kolaborasi. Di tengah jalan sehat, zumba, bazar murah, dan fashion show, Koperasi Subhakti Ungasan menandai usianya yang ke-23 dengan sebuah gebrakan, meluncurkan brand fashion bernama Gazelle.

Fashion Show: Fashion Show menandai peluncuran
brand fashion bernama Gazelle.

Bagi Ketua Koperasi Subhakti, Made Suanda Wisnaya, SE., peluncuran ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Setelah setahun melakukan survei, lahirlah Gazelle sebagai identitas baru yang bisa mengangkat koperasi ke level lebih modern,” ujarnya.
Gazelle lahir dari kolaborasi dengan perajin mode asal Bandung. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari seragam kantor dan koperasi, kemeja, tas, sepatu, hingga dompet. Semua bisa dikustomisasi sesuai permintaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi bisa menghasilkan produk fashion dengan kualitas setara brand ternama, namun tetap memberi ruang kolaborasi bagi anggota,” tambah Suanda.

Jejak Panjang, Arah Baru

Koperasi Subhakti bukan pemain baru. Berdiri dari prakarsa tiga banjar di Desa Ungasan, koperasi ini tumbuh dari semangat gotong royong. Seragamnya pun punya filosofi, gambar bola melambangkan para pendiri yang gemar bermain sepak bola, uang kepeng sebagai simbol kestabilan, tiga bintang sebagai representasi banjar pendiri, dan daun sebagai harmoni dengan alam.
Selama lebih dari dua dekade, Subhakti melebarkan sayap ke berbagai lini usaha, dari guest house, villa, hingga car wash. Kini dengan unit Subhakti Fashion (Gazelle) yang berada di bawah naungan PT Multi Kolaborasi Indonesia, koperasi menandai fase modernisasi.
“Kami tidak ingin berhenti pada usaha tradisional. Tantangan zaman harus dijawab dengan inovasi. Gazelle adalah pintu masuk kami ke industri kreatif,” kata Suanda.

Baca Juga:  Nyepi Staycation Trend Grows, Pererenan Hotel Offers “Portal of Silence” Art Retreat

Bukan Sekadar Profit

Meski produk fashion kerap diasosiasikan dengan bisnis besar, Suanda menegaskan orientasi koperasi tetap pada manfaat sosial. “Tujuan kami bukan profit semata, tapi benefit. Kami ingin mendidik anak muda untuk berkreasi, memberi peluang bagi anggota agar bisa ikut tumbuh bersama koperasi,” jelasnya.
Dengan anggota mencapai 13 ribu orang dan aset menembus Rp200 miliar, Subhakti kini menjadi salah satu koperasi terkuat di Bali. Tahun ini, mereka juga memperluas jangkauan dengan membuka kantor baru di Batubulan, Sempidi, dan merencanakan cabang di Tabanan.

Hadiah Utama: Penyerahan hadiah utama jalan sehat memeriahkan Hut ke-23 Koperasi Subhakti Ungasan. 

Kolaborasi Sebagai Kunci

Tema HUT ke-23 kali ini, “Collaboration Makes Stronger”, bukan sekadar slogan. MoU yang ditandatangani dengan Bupda Desa Adat Ungasan dan koperasi lain menjadi bukti komitmen untuk terus memperluas jejaring. “Kami percaya, dengan kolaborasi, modernisasi, dan stabilitas, koperasi bisa terus relevan dan maju,” pungkas Suanda.
Di tengah arus globalisasi, langkah Subhakti meluncurkan Gazelle memberi pesan bahwa koperasi bukan hanya urusan simpan pinjam, tapi juga bisa menjadi motor penggerak industri kreatif. Dari Pantai Melasti, lahirlah sebuah simbol transformasi koperasi tradisional yang berani menatap masa depan dengan gaya modern. TS-01

Share

Don't Miss

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala Bupati Badung yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran,...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional, tetapi telah menjadi panggung yang membuka jalan bagi peselancar Indonesia untuk...

Related Articles

Dirjen Kemendagri Kagumi Inovasi Desa Pecatu, Layak Jadi Contoh Nasional

Pecatu, TodaysSpill.com Inovasi Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dalam mengolah sampah...

Air Mata dan Doa untuk Korban Bom BaliGround Zero Tempat Duka dan Harapan Perdamaian Bertemu

Kuta, todaysSpill.com Air mata tak terbendung ketika bunga diletakkan untuk mengenang para...

Pembangunan Rampung, Pura Ibu Panti Dukuh Bualu Gelar Karya Agung

Bualu, TodaysSpill.com Setelah melalui proses pembangunan sejak 2023 hingga rampung pada 2025,...

Anom Gumanti Minta Doa Restu Jelang Puncak Karya di Mrajan Agung Arya Wang Bang Pinatih

Kuta, todaysSpill.com Suasana kebersamaan dan gotong royong mewarnai rangkaian upacara di Mrajan...