Nusa Dua, todaysSpill.com
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Sekaa Teruna (ST) Yowana Pratyaksa Banjar Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Perayaan yang digelar Sabtu (29/8) malam tersebut mengusung tema “Kaitket Antuk Rasa”, yang bermakna ikatan yang tumbuh karena rasa yang dijaga bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi kepemudaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat sinergi antara sekaa teruna, krama banjar, PKK, hingga anak-anak.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir dalam perayaan tersebut mengapresiasi eksistensi ST Yowana Pratyaksa yang telah mampu bertahan dan berkembang selama 63 tahun. Menurutnya, keberadaan sekaa teruna memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan pembangunan di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Badung. Selain itu Adi Arnawa juga menyampaikan dukungan anggaran untuk Banjar Adat Bualu. Pada 2027, Banjar Adat Bualu direncanakan mendapat dukungan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa juga memaparkan sejumlah program pembangunan Badung yang berkaitan erat dengan masa depan generasi muda. Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat lokal mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

“Jika budaya Bali punah, pariwisata kita akan merosot,” ujar Adi Arnawa.
Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan identitas budaya Bali, termasuk menjaga penggunaan nama-nama tradisional seperti Nyoman dan Ketut. Menurutnya, pendidikan dan budaya merupakan modal penting dalam menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Pemkab Badung juga menjalankan berbagai program beasiswa, termasuk bagi keluarga kurang mampu. Pada 2026, dibuka kuota 1.205 mahasiswa untuk pembiayaan pendidikan jenjang S1.
Selain berbicara mengenai generasi muda, Bupati Adi Arnawa memaparkan tantangan besar yang dihadapi Badung sebagai daerah pariwisata. Sekitar 85 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung ditunjang sektor pariwisata. Pada 2026, Pemkab Badung menargetkan PAD mencapai Rp9,8 triliun.
Menurutnya, salah satu persoalan yang harus segera ditangani adalah kemacetan.
“Jika persoalan kemacetan tidak disentuh, kita akan ditinggal wisatawan,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Badung menyiapkan pembangunan sejumlah ruas jalan utama. Salah satunya Jalan Lingkar Selatan (JLS) dari Ayana menuju Uluwatu sepanjang lebih dari 10 kilometer dengan anggaran Rp2,9 triliun.
Disiapkan pula jalan penghubung Uluwatu ke kawasan Melasti hingga JLS untuk memperlancar konektivitas sekaligus membangun ekosistem ekonomi baru di Badung Selatan.
Adi Arnawa mengungkapkan, kemacetan di jalur Politeknik Negeri Bali/GWK menuju Uluwatu sudah sangat parah. Saat terdapat kegiatan atau acara, waktu tempuh di jalur tersebut bahkan bisa mencapai dua hingga tiga jam.
Pembangunan konektivitas juga menyasar kawasan Canggu menuju Tibubeneng sepanjang 4,7 kilometer dengan anggaran Rp516 miliar.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut mulai meningkatkan kepercayaan investor. Pada 2028, ditargetkan empat hotel baru terbangun di kawasan ITDC yang diproyeksikan membuka 2.308 lapangan pekerjaan.
Pemkab Badung juga merancang akses jalan Kampus Unud menuju Jalan Dharmawangsa, penataan serta pelebaran Jalan Dharmawangsa-Siligita, hingga kelanjutan Tol Bali Mandara menuju Sawangan.
Keseriusan pembangunan tersebut turut berdampak terhadap investasi. Pemilik Kempinski berencana menambah 200 kamar sekaligus membangun hotel baru, sementara Ayana berencana menambah 350 kamar.
Realisasi pajak daerah semester kedua 2026 juga melonjak hingga Rp730 miliar per bulan, dari sebelumnya berkisar Rp350 miliar hingga Rp500 miliar.
Kelihan Adat Banjar Bualu I Made Dwi Mahardika menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Badung dalam acara tersebut. Ia juga menyampaikan rasa bangga dan salut kepada para yowana yang telah membuktikan semangat dan kekompakan dalam beraktivitas, utamanya dalam rangka melestarikan seni dan budaya Bali.

Sejumlah prestasi telah diraih ST Yowana Pratyaksa Banjar Bualu, di antaranya,Juara II Lomba Ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Badung tahun 2024, Juara II Lomba Ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Badung tahun 2025 serta Juara I Lomba Ogoh-ogoh pada event di GWK tahun 2026.
“Semua itu sudah tentu tidak terlepas dari tuntunan dan bimbingan para tokoh kami serta para prajuru kami semua,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa bangga karena Bupati Badung telah berkenan melakukan pengecekan fisik Banjar Bualu pada 14 Februari 2026, saat menghadiri undangan karya memungkah ring Merajan Jero Bendesa Desa Adat Bualu.
“Saat itu, Bapak Bupati memberi saran agar kami mengajukan proposal sepanjang memang benar krama Banjar Bualu yang memintanya. Langkah demi langkah pun sudah kami lakukan dan memang terbukti penerimaan dari jajaran terkait birokrasi Kabupaten Badung luar biasa,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kesungguhan krama Banjar Bualu dalam meminta bantuan kepada Bupati Badung sekaligus menunjukkan kesiapan mendukung program Bupati Badung.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT, I Kadek Andika Dwi Purnama, mengatakan perayaan HUT ke-63 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat.
Tema “Kaitket Antuk Rasa” dipilih sebagai gambaran ikatan yang tumbuh karena rasa yang terus dijaga bersama. Kegiatan tersebut melibatkan sekaa teruna, krama banjar, PKK, hingga anak-anak.
Total dana yang digunakan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan mencapai Rp35 juta. Dana tersebut bersumber dari kas pemuda, sponsorship, dan krama Banjar Bualu.
“Semoga generasi penerus dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dan terus berprestasi,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-63 ST Yowana Pratyaksa tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung I Nyoman Karyana, Made Retha, I Wayan Sukses, Camat Kuta Selatan Kadek Laksana, Lurah Benoa Wayan Karang Subawa, Bendesa Adat Bualu I Made Suarma, serta tokoh masyarakat. TS-01