Pecatu, todaysSpill.com
Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Uluwatu Boardrider Challenge 2026 yang dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi selancar, tetapi juga wadah pembinaan atlet sekaligus penguat citra Uluwatu sebagai destinasi surfing kelas dunia. Bahkan, Pemerintah Desa Pecatu berkomitmen memberikan dukungan agar kejuaraan tersebut dapat terus digelar secara berkelanjutan.
Apresiasi tersebut disampaikan Karyana saat menutup Uluwatu Boardrider Challenge 2026 yang berlangsung di Pantai Suluban, Pecatu. Kejuaraan ini diikuti 188 peselancar, sementara sekitar 100 peserta lainnya terpaksa masuk daftar tunggu (waiting list) karena kuota telah terpenuhi dan waktu pelaksanaan yang terbatas.
Menurut Karyana, Pecatu memiliki potensi besar, baik dari keindahan alam maupun sumber daya manusia, khususnya atlet-atlet selancar yang telah menorehkan prestasi. Potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.

Hadiah: Penyerahan hadiah oleh Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya
Ia bahkan menantang para atlet asal Pecatu agar mampu bersaing pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XI dan siap memberikan dukungan kepada atlet yang lolos mewakili daerahnya.
“Saya menantang atlet-atlet Pecatu agar mampu berprestasi di ajang yang lebih besar. Desa Pecatu siap mendukung mereka,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Karyana mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Sekretaris Desa untuk mengalokasikan anggaran pada APBDes Induk 2027 guna mendukung penyelenggaraan kegiatan Boardrider secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Nyoman Sudiarsana menyampaikan permohonan maaf kepada para peselancar yang belum dapat mengikuti kompetisi. Tingginya jumlah peserta yang mendaftar menjadi bukti bahwa Uluwatu Boardrider Challenge semakin diminati komunitas surfing.
“Kami mohon maaf kepada peserta yang belum bisa ikut bertanding. Keterbatasan waktu dan kuota membuat kami belum bisa mengakomodasi semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, Uluwatu Boardrider Challenge bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ajang menyatukan atlet boardrider dari tingkat lokal, nasional hingga internasional untuk bersama-sama memajukan olahraga selancar dan mendukung pariwisata Bali, khususnya Uluwatu dan Pecatu.
Ia menambahkan, sejak awal 1970-an ombak Uluwatu telah dikenal peselancar dunia dan menjadi salah satu ikon surfing internasional.”Uluwatu dan Pecatu dikenal dunia berkat surfing. Karena itu kami ingin terus menjaga warisan tersebut melalui kompetisi yang berkualitas,” katanya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga meningkatkan nilai hadiah bagi para juara yang hampir setara dengan sejumlah kejuaraan internasional sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet.
Sebagai bagian dari pembinaan, pada 15–16 Agustus mendatang akan kembali digelar kompetisi di Uluwatu, sedangkan kategori Junior dan Women dijadwalkan berlangsung pada September.

Koni: Ketua Koni Badung, Made Sutama saat menyerahkan hadiah ke pemenang kompetisi katagori perempuan.
Ketua KONI Badung Made Sutama turut mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang merupakan bagian dari cabang olahraga Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Ia berharap ajang ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Badung, Bali, hingga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Turut hadir dalam pembukaan kejuaraan tersebut Bendesa Adat Pecatu sekaligus anggota DPRD Badung Made Sumerta, anggota DPRD Badung Made Tomy Martana Putra, serta sejumlah tokoh masyarakat yang memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga selancar di Pecatu. TS-01