Home Kesehatan I Nyoman Sueta, Tokoh Nusa Dua yang Mendorong Lahirnya Pusat Pelayanan Publik Modern di Kuta Selatan
KesehatanPariwisata

I Nyoman Sueta, Tokoh Nusa Dua yang Mendorong Lahirnya Pusat Pelayanan Publik Modern di Kuta Selatan

Share
Foto Istimewa I Nyoman Sueta
Foto Istimewa I Nyoman Sueta
Share

Mangupura, todaysSpill.com
Di balik pesatnya pertumbuhan Kuta Selatan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tersimpan kegelisahan seorang tokoh masyarakat yang setiap hari melihat langsung kebutuhan warganya. Ia adalah I Nyoman Sueta, Kelian Lingkungan Penyarikan sekaligus pengusaha asal Nusa Dua, yang konsisten menyuarakan pentingnya menghadirkan pusat pelayanan publik terpadu bagi masyarakat.
Bagi Sueta, kemajuan kawasan wisata tidak cukup hanya diukur dari berdirinya hotel-hotel mewah atau meningkatnya kunjungan wisatawan. Yang tak kalah penting adalah bagaimana masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, administrasi, dan pemerintahan yang cepat, nyaman, serta mudah dijangkau.
“Kuta Selatan sudah berkembang sangat pesat. Sebagai kawasan internasional, sudah semestinya memiliki pusat pelayanan publik yang representatif sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses berbagai layanan pemerintah,” ujar Sueta, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Badung merancang kawasan pelayanan terpadu yang menggabungkan berbagai fasilitas penting, mulai dari puskesmas, kantor camat, hingga layanan administrasi lainnya dalam satu kawasan modern.
Sueta menilai kawasan eks HPL ITDC menjadi salah satu lokasi yang layak dipertimbangkan. Selain strategis, kawasan tersebut memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi pusat pelayanan pemerintahan sekaligus kesehatan yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat Kuta Selatan di masa depan.

Baca Juga:  GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Balapan Dikemas Jadi Festival Wisata Kelas Dunia


Perhatian terbesar Sueta tertuju pada pelayanan kesehatan. Ia menilai kondisi Puskesmas Kuta Selatan saat ini sudah tidak lagi sebanding dengan pertumbuhan penduduk maupun perkembangan kawasan wisata. Keterbatasan lahan parkir, akses yang sering memicu kemacetan, hingga kebutuhan peningkatan fasilitas menjadi alasan perlunya pembangunan puskesmas yang lebih representatif.
“Yang paling penting adalah pelayanan kesehatan. Ke depan puskesmas juga dituntut memiliki fasilitas yang lebih lengkap, termasuk layanan rawat inap. Karena itu dibutuhkan lokasi yang lebih luas dan lebih representatif,” katanya.
Menurut Sueta, keberadaan pusat pelayanan terpadu akan memberi banyak manfaat. Selain mempermudah masyarakat mengurus berbagai keperluan dalam satu lokasi, konsep tersebut juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan permukiman yang selama ini menjadi lokasi berbagai kantor pelayanan.
Ia mengungkapkan, gagasan pembangunan kawasan pelayanan publik sebenarnya sudah pernah mencuat beberapa tahun lalu. Namun hingga kini belum ada pembahasan yang melibatkan para kepala lingkungan maupun tokoh masyarakat di Kuta Selatan.
“Sejauh ini kami belum pernah diajak berdiskusi mengenai rencana tersebut. Padahal kebutuhan pelayanan publik di Kuta Selatan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan wisata,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dari Ampas Kopi hingga Kompos, Kiat Pekak Aris Mengolah “Sampah dengan Sampah”


Sueta berharap pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur penunjang pariwisata, tetapi juga menghadirkan fasilitas pelayanan publik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Baginya, kemajuan sebuah kawasan akan terasa lengkap apabila pembangunan sektor pariwisata berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sejalan dengan pandangan tersebut, sebelumnya tokoh masyarakat Nusa Dua, I Wayan Sumantra, juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitas Puskesmas Kuta Selatan. Aspirasi yang terus bermunculan dari berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi sinyal bahwa pembangunan pusat pelayanan publik terpadu sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi Kuta Selatan.
Dengan semangat itu, Sueta berharap Kuta Selatan kelak tidak hanya dikenal sebagai kawasan wisata berkelas dunia, tetapi juga menjadi contoh wilayah dengan pelayanan publik yang modern, efisien, dan berpihak kepada masyarakat. TS-01

Share

Don't Miss

Bertahan Semalaman di Atas Karang

Kutsel, todaysSpil.com Malam panjang penuh ketegangan harus dilalui dua buruh proyek yang terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 100 meter di kawasan Pura...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris Manis, Early Bird Sold Out dalam Sepekan

Jakarta, TodaysSpill.com Antusiasme masyarakat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika International Circuit terus meningkat. Seluruh tiket Early Bird dilaporkan habis...

Related Articles

BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Perkuat Perlindungan 5.000 Ojol

Ungasan, todaysSpill.com BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja...

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional,...

Sabdha Kite Festival VI Perkuat Citra Pecatu sebagai Destinasi Wisata Budaya

Pecatu, todaysSpill.com Sabdha Kite Festival VI kembali membuktikan diri bukan sekadar ajang...