Home Budaya Wisatawan Asing Ikut Larut di Upacara Bebayuhan Desa Adat Pecatu
BudayaPariwisata

Wisatawan Asing Ikut Larut di Upacara Bebayuhan Desa Adat Pecatu

Share
Foto/Ist Mebayuh: Upacara Mebayuh di Desa Adat Pecatu yang disambut antusias krama dan wisatwan asing.
Foto/Ist Mebayuh: Upacara Mebayuh di Desa Adat Pecatu yang disambut antusias krama dan wisatwan asing.
Share

Pecatu, todaysSpill.com
Suasana berbeda terasa di Lapangan Kurusetra, Desa Adat Pecatu, Sabtu (16/8/2025). Ratusan krama mengikuti Karya Manusa Yadnya Bebayuhan Sapuh Leger dan Bebayuhan Melik. Namun yang mencuri perhatian, sejumlah wisatawan mancanegara ikut larut dalam prosesi sakral ini.
Salah satunya Marilia Velozo, turis asal Brasil. Mengenakan kebaya putih dan kamen lengkap dengan selendang. Ia tampak khusyuk mengikuti jalannya upacara layaknya krama setempat.

Antusias: Krama dan Prajuru menyambut antusias Upacara Mebayuh di Desa Adat Pecatu

“Ini luar biasa, pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Saya merasakan hal yang berbeda dan sangat indah,” ujarnya usai prosesi.
Upacara yang digelar bertepatan dengan Tumpek Wayang ini diikuti sekitar 700–800 krama.
Menurut Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, kehadiran wisatawan asing bukanlah undangan resmi, melainkan spontanitas setelah melihat jalannya acara.
“Kami welcome. Kalau mereka memang ingin ikut, silakan. Ini bukti bahwa adat kita bisa menjadi magnet bagi siapa saja, termasuk mancanegara,” jelasnya.
Prosesi diawali dengan mepakeling dan mapejati, dilanjutkan dengan pengambilan tirta hingga upacara utama. Upacara dipuput tiga sulinggih dengan dukungan pemangku Kahyangan Tiga.

Wisatawan: Salah Seorang wisatawan asal Brasil yang ikut Mebayuh di Pecatu.

Anggaran mencapai Rp 280 juta yang seluruhnya ditanggung desa adat, sehingga peserta tidak dibebani biaya.
Sumerta berharap Bebayuhan di Pecatu bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. Selain menjadi sarana niskala bagi krama, upacara ini juga menghadirkan energi positif sekaligus memperlihatkan wajah Bali yang autentik di mata dunia.
“Dengan melukat atau mebayuh seperti ini, kita menanamkan energi baik dalam pikiran dan perbuatan. Kami ingin tradisi ini terus hidup, sekaligus bisa menjadi pengalaman spiritual bagi siapa saja yang hadir,” pungkasnya. TS-01

Baca Juga:  15 Years of Defining Luxury Exquisite Media’s Journey from Print Pioneer to Asia’s Lifestyle Authority
Share

Don't Miss

Pemuda Asal Malang Jatuh ke Bendungan Ditemukan Meninggal Dunia

Badung, todaysSpill.com Seorang pemuda terpeleset dan jatuh saat hendak buang air kecil di Bendungan, Banjar , Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (17/4/2026) pagi. Dugaan...

Bali Rebut Perhatian Talenta Global Villa Privat Jadi “Senjata” Baru Tarik Remote Worker

Bali, todaysSpill.com Bali kian mengukuhkan diri bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai magnet baru bagi talenta global. Di tengah persaingan destinasi dunia...

Related Articles

This Ubud Fine Dining Restaurant Is Gaining Global Recognition Syrco BASÈ Named Among Indonesia’s Best Restaurants for Two Consecutive Years

Ubud, todaysSpill.com Bali continues to strengthen its reputation as a world-class gastronomic...

Restoran Fine Dining di Ubud Ini Kian Mendunia Syrco BASÈ Masuk Daftar Restoran Terbaik Indonesia Dua Tahun Berturut-turut

Ubud, todaysSpill.com Bali kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi gastronomi kelas dunia. Kali...

Debut Pertama di Asia, Paradisus by Meliá Bali Bidik Wisatawan Premium Dunia

Nusa Dua, todaysSpill.com Kawasan The Nusa Dua kembali memperkuat reputasinya sebagai pusat...

Rip Curl Girls Go Surfing Day Becomes a Platform for Women’s Empowerment

Sanur, todaysSpill.com Women’s surfing continues to grow rapidly in Bali, as shown...