Home Bali Bupati Badung Ikuti Prosesi Mulang Pekelem pada Puncak Pujawali Padudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu
BaliBudaya

Bupati Badung Ikuti Prosesi Mulang Pekelem pada Puncak Pujawali Padudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu

Share
Foto: Istimewa Mapekelem: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Puncak Pujawali Padudusan Agung Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Selasa (7/7)
Foto: Istimewa Mapekelem: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Puncak Pujawali Padudusan Agung Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Selasa (7/7)
Share

Pecatu, todaysSpill.com
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi Mulang Pekelem serangkaian Puncak Pujawali Padudusan Agung (Catur Niri) Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7).

Sebelum mengikuti prosesi Mulang Pekelem, Bupati bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Badung, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Bendesa Adat Pecatu, pengemong, pengempon pura, terlebih dahulu menghaturkan bhakti ring Utama Mandala Pura Luhur Uluwatu.

Baca Juga:  Upacara Mecaru Manca Kelud dan Melaspas di Pura Dalem, Banjar Tengah Kaler dan Kelod, Gulingan

Mulang Pekelem merupakan salah satu proses utama dalam pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung sebagai simbol penyelarasan hubungan manusia dengan alam semesta serta persembahan suci ke tengah samudra untuk memohon keseimbangan, keselamatan, dan kerahayuan jagat. Prosesi ini dilaksanakan di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu setelah seluruh rangkaian upacara utama di mandala pura selesai dilaksanakan. Puncak karya dipuput oleh Yadnyamana Karya Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar, Ida Pedanda Gede Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur bersama Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Griya Saraswati, Batuan, Gianyar.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung seluruh pelaksanaan karya agung di Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat di Bali.

“Kami hadir bersama masyarakat sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mendukung pelaksanaan Karya Tawur Balik Sumpah Agung. Melalui yadnya ini, kita bersama-sama memohon agar alam semesta tetap harmonis, masyarakat diberikan keselamatan, serta Kabupaten Badung senantiasa berada dalam suasana yang damai dan sejahtera,” ujarnya ditemui di sela-sela upacara.

Menurutnya, pelaksanaan tawur juga menjadi bentuk doa bersama agar situasi di Kabupaten Badung, Bali, hingga Indonesia tetap aman dan kondusif, terlebih di tengah dinamika geopolitik dunia yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  From Bar to Workshop at 69 Bar & Resto Kuta, Serving Unique Experiences to Travelers

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelaksanaan upacara keagamaan, khususnya di Pura Luhur Uluwatu yang merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali dan berada di wilayah Kabupaten Badung. Menurutnya, dukungan pemerintah telah diberikan sejak awal rangkaian karya hingga puncak pujawali sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Sebagai pemerintah, tentu kami berkomitmen mendukung seluruh rangkaian pelaksanaan karya ini. Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang ada di Badung, bersama Pura Luhur Puncak Mangu. Dukungan ini merupakan ungkapan rasa bhakti dan syukur kami, dengan harapan kerahajengan dan kasukertan jagat senantiasa tercipta di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menjelaskan puncak pujawali dilaksanakan tepat pada Anggara Kliwon Medangsia dan berlangsung serentak di Pura Luhur Uluwatu beserta pura prasanaknya, yakni Pura Parerepan dan Pura Kulat.

Dia mengatakan rangkaian karya sebenarnya telah dimulai sekitar satu bulan lalu dan akan berlanjut hingga prosesi penyineban pada 14 Juli 2026. Selama tujuh hari ke depan, Ida Bhatara akan nyejer di Pura Luhur Uluwatu sebelum ditutup dengan upacara penyineban bertepatan dengan Tilem.

“Rangkaian karya sudah dimulai sekitar satu bulan lalu. Hari ini merupakan puncaknya, kemudian Ida Bhatara nyejer selama tujuh hari hingga penyineban pada 14 Juli nanti,” jelas Sumerta.

Menurut Sumerta, selama masa pujawali jumlah pemedek yang datang diperkirakan mencapai ribuan orang setiap harinya. Berdasarkan perhitungan pengempon, jumlah pemedek yang melakukan persembahyangan dapat mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 orang dalam sehari, meski pada hari puncak biasanya jumlahnya justru lebih landai karena banyak umat juga melaksanakan pujawali di sanggah maupun paibon masing-masing.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengempon pura menerapkan pengaturan khusus pelaksanaan persembahyangan. Pada hari puncak, pemedek diarahkan melakukan persembahyangan di area penyawang atau bagian bawah pura mulai pukul 08.00 hingga 18.00 Wita. Kebijakan tersebut diambil karena di Utama Mandala dan Madya Mandala sedang berlangsung rangkaian upacara dan upakara.

Baca Juga:  HUT ke-57 ST Dharma Pertiwi Pecatu Berlangsung Meriah, Dimeriahkan KISS BAND, Oka Liku x Gek Rempong hingga DJ Performance

Selanjutnya, mulai Rabu (8/7) hingga penyineban, rangkaian penganyar akan dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Badung. Selama prosesi penganyar berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 Wita, persembahyangan umum juga tetap dipusatkan di area bawah sebelum kembali dibuka secara normal setelah rangkaian penganyar selesai.

Panglingsir Puri Agung Jro Kuta sekaligus Pangempon Pura Luhur Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko, mengatakan inti dari pelaksanaan Pedudusan Agung adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala anugerah yang diberikan kepada umat.

“Hari ini adalah Pedudusan Agung, di mana kita mengucapkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Luhur Uluwatu agar senantiasa memberikan kedamaian dan kesejukan bagi umat Hindu se-Nusantara, khususnya masyarakat Bali,” ujar Turah Joko. (TS-01)

Share

Don't Miss

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala Bupati Badung yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran,...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional, tetapi telah menjadi panggung yang membuka jalan bagi peselancar Indonesia untuk...

Related Articles

HUT ke-57 ST Dharma Pertiwi Pecatu Berlangsung Meriah, Dimeriahkan KISS BAND, Oka Liku x Gek Rempong hingga DJ Performance

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Sekaa Teruna (ST) Dharma...

Dirjen Kemendagri Kagumi Inovasi Desa Pecatu, Layak Jadi Contoh Nasional

Pecatu, TodaysSpill.com Inovasi Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dalam mengolah sampah...

Air Mata dan Doa untuk Korban Bom BaliGround Zero Tempat Duka dan Harapan Perdamaian Bertemu

Kuta, todaysSpill.com Air mata tak terbendung ketika bunga diletakkan untuk mengenang para...

Pembangunan Rampung, Pura Ibu Panti Dukuh Bualu Gelar Karya Agung

Bualu, TodaysSpill.com Setelah melalui proses pembangunan sejak 2023 hingga rampung pada 2025,...