Mangupura, todaysSpill.com
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Subhakti Ungasan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Pada tahun 2026 ini, koperasi yang berbasis di Ungasan tersebut untuk pertama kalinya menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anggota, sekaligus memperkuat berbagai program sosial bagi para anggotanya.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan gathering bersama anggota yang digelar di Swiss-Belresort Pecatu, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan anggota sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi mengenai perkembangan dan rencana pengembangan koperasi ke depan.
Ketua KSP Subhakti Ungasan, I Made Suanda Wisnaya, SE, mengatakan bahwa koperasi berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi para anggota, tidak hanya melalui layanan simpan pinjam tetapi juga berbagai program kesejahteraan.
“Tahun ini kami mulai mendistribusikan THR kepada anggota. Selain itu ada juga program santunan rawat inap bagi anggota yang menjalani perawatan minimal dua hari, serta dana duka bagi anggota yang meninggal dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi anggota yang telah bergabung sejak awal berdirinya koperasi pada tahun 2002, santunan dana duka yang diberikan bahkan bisa mencapai Rp38 juta. Program ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepemilikan anggota terhadap koperasi.
“Koperasi ini adalah milik anggota. Karena itu kami berupaya memberikan apresiasi terbaik dan memastikan keberadaan koperasi benar-benar memberikan manfaat,” katanya.
Selain memperkuat program kesejahteraan, KSP Subhakti Ungasan juga terus mengembangkan berbagai sektor usaha guna memperkuat kinerja koperasi. Saat ini koperasi memiliki sembilan kantor, terdiri dari satu kantor pusat dan delapan kantor cabang yang melayani ribuan anggota.
Ke depan, koperasi menargetkan penambahan tiga kantor cabang baru di wilayah Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meski demikian, Wisnaya menegaskan bahwa usaha simpan pinjam tetap menjadi bisnis utama koperasi. Namun seiring perkembangan zaman, koperasi juga mulai merambah sektor usaha lain seperti properti, guest house, car wash, hingga bisnis fashion.
Melalui perusahaan PT Multi Kolaborasi Indonesia, koperasi juga mengembangkan produk fashion seperti seragam, topi, dan sepatu yang dapat dimanfaatkan oleh lebih dari 3.000 anggota.
“Kami ingin membuka peluang usaha bagi anggota. Jika ada anggota yang ingin membuka butik atau usaha fashion, koperasi bisa mendukung dengan menyediakan produk berkualitas yang mampu bersaing dengan produk di pusat perbelanjaan,” jelasnya.
Produk tersebut juga dapat dibuat secara custom sesuai kebutuhan usaha anggota, sehingga memberikan peluang bisnis baru bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha.
Menurut Wisnaya, keberhasilan koperasi tidak lepas dari dukungan anggota. Karena itu, kegiatan gathering ini juga menjadi ruang terbuka untuk menerima masukan dan saran demi kemajuan koperasi ke depan.

“Kami ingin pengelolaan koperasi berjalan secara transparan. Anggota harus tahu bagaimana dana mereka dikelola sehingga kepercayaan tetap terjaga,” pungkasnya.
Dengan berbagai program kesejahteraan dan pengembangan usaha tersebut, KSP Subhakti Ungasan berharap dapat terus tumbuh sebagai koperasi yang kuat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Kegiatan Gathering mendapat sambutan antusias para anggota yang hadir. Beberapa langsung sharing dengan berbagai pertanyaan yang diajukan.
Selain diisi pameran produk fashion dan hiburan kegiatan gathering ditutup dengan ramah tamah bersama. TS-01