Kuta, todaysSpill.com
Memasuki musim hujan dan datangnya angin barat yang kerap membawa gelombang tinggi serta sampah kiriman, para penyelamat pantai (lifeguard) di kawasan Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) bersiap bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan profesional. Mereka kini mengambil peran lebih luas tak sekadar penjaga pantai, melainkan juga duta keselamatan wisatawan.
Plt. Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kuta, I Wayan Somer, mengatakan pihaknya memperkuat dua aspek utama: edukasi keselamatan kepada wisatawan dan peningkatan kapasitas personel. “Kami ingin lifeguard tidak hanya tanggap saat kejadian, tapi juga aktif mencegah kecelakaan dengan cara-cara persuasif dan edukatif,” ujarnya usai pengarahan rutin di Kuta, Jumat (10/10/2025).

Somer mencontohkan, petugas kini lebih proaktif memberi penjelasan langsung kepada wisatawan tentang makna bendera keselamatan dan area berenang aman. “Masih banyak wisatawan yang belum paham arti bendera merah atau merah-kuning. Tugas kami memastikan mereka mengerti sebelum turun ke air,” ujar lifeguard senior asal Desa Pecatu, Kutsel ini.
Selain peningkatan kapasitas di lapangan, pembinaan rutin juga digelar setiap Jumat untuk menjaga disiplin, kebugaran, dan ketahanan mental personel. Somer menegaskan, kesiapan fisik dan mental sangat menentukan efektivitas penyelamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan tekanan kerja tinggi.
Menjalankan dua amanah sekaligus sebagai Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kuta dan Kuta Selatan, Somer menyebut tantangan terbesar adalah mengelola rentang pantai yang panjang dan kompleksitas aktivitas wisata. Namun ia optimistis berkat soliditas tim dan semangat pengabdian tinggi. “Kuncinya adalah kerja sama dan komunikasi. Kami tidak ingin hanya reaktif, tapi juga preventif,” ujarnya.

Selain tugas utama penyelamatan, lifeguard juga ikut menjaga kebersihan kawasan pantai dengan membersihkan area sekitar pos dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani sampah kiriman yang sering muncul di musim angin barat.
Somer menekankan, kehadiran lifeguard profesional bukan hanya untuk keamanan, tapi juga untuk menjaga citra pariwisata Bali dan Kabupaten Badung. “Satu insiden di pantai bisa berdampak besar pada persepsi wisatawan. Karena itu kami ingin menunjukkan bahwa Bali bukan hanya indah, tapi juga aman dan berkomitmen terhadap keselamatan pengunjung,” tutupnya. TS-01
