Home Bali Tawur Agung Walik Sumpah di Desa Adat Kutuh
BaliBudaya

Tawur Agung Walik Sumpah di Desa Adat Kutuh

Karya Agung untuk Harmoni Alam dan Kehidupan

Share
Foto Istimewa Tawur Walik Sumpah: Foto-Foto Upacara Tawur Agung Walik Sumpah Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung di Pura Desa, Desa Adat Kutuh.
Foto Istimewa Tawur Walik Sumpah: Foto-Foto Upacara Tawur Agung Walik Sumpah Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung di Pura Desa, Desa Adat Kutuh.
Share

Kutuh, todaysSpill.com
Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, kembali menorehkan sejarah dengan menggelar Tawur Agung Walik Sumpah (Tawur Labuh Gentuh) pada Rabu (3/9/2025). Upacara sakral ini menjadi bagian dari rangkaian Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Agung di Pura Desa yang melibatkan ribuan krama desa dengan penuh antusias.
Tak sekadar ritual, Tawur Agung Walik Sumpah menghadirkan pesan mendalam tentang keseimbangan alam, penyucian, serta kebersamaan masyarakat adat dalam menjaga tradisi leluhur. Aura kebersamaan tampak sejak pagi, saat pecaruan dilaksanakan serentak di empat penjuru desa, timur, selatan, barat, dan utara serta di catus pata, pusat kehidupan Desa Adat Kutuh.

Pecaruan Wrespati Kalpa

Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, menjelaskan keistimewaan karya kali ini adalah pelaksanaan Pecaruan Wrespati Kalpa di catus pata, yang diyakini sebagai sumbu spiritual desa adat. “Dengan Tawur Walik Sumpah ini, aura positif diharapkan semakin kuat sehingga Desa Kutuh makin bersinar. Terlebih, area pura kini sudah diperluas dari 5 are menjadi 12 are, sehingga mampu menampung umat dengan lebih layak,” ujarnya.
Upacara Tawur Agung Menawa Ratna di jeroan pura dipuput oleh delapan sulinggih, di antaranya Sulinggih Tri Sadaka, Ida Pandita Buda, Siwa, dan Rsi Bujangga. Mereka memimpin prosesi penyucian di tiga mandala, utama mandala, madya mandala, dan nista mandala, sebagai simbol keseimbangan jagat kecil (mikrokosmos) dan jagat besar (makrokosmos).
Karya agung ini sekaligus menjadi momentum syukur atas rampungnya pembangunan fisik Pura Desa yang kini lebih luas dan representatif. Karya Agung ini ditaksir menelan biaya hingga Rp 3 miliar.
Biaya ini sepenuhnya bersumber dari dana desa adat.
Pemerintah Kabupaten Badung turut memberi bantuan untuk mendukung pembangunan fisik pura.
“Harapan kami, krama desa adat Kutuh semakin guyub dalam mendukung karya ini. Keterlibatan semua lapisan masyarakat adalah kekuatan utama pelestarian tradisi,” tambah Jro Mesir.

Baca Juga:  ITDC Luncurkan "Mandalika Suka-Suka"

 

Filosfofi Upacara

Makna filosofis upacara dijelaskan oleh Yajamana Karya, Ida Pandita Empu Nabe Jaya Wijaya Ananda. Menurutnya, Ngenteg Linggih dilandasi tiga dasar dalam lontar Agastya Parwa, yaitu, tapa (pengendalian diri), yadnya (pengorbanan tulus ikhlas), dan kerti (kelakuan benar yang selaras antara pikiran, perkataan, dan tindakan).
“Prosesi dimulai dengan Natab Biakaon, Natab Duurmanggala, dan Natab Prayascita untuk menetralisir aura negatif. Lalu dilakukan mapepada untuk menyempurnakan sarana wewalungan, menyucikan sifat-sifat kebinatangan menjadi sifat kedewataan. Baru kemudian dilaksanakan tawur, sebagai simbol pengembalian dan penyucian untuk keseimbangan alam,” jelasnya.

 

Rangkaian Upacara hingga Puncak Karya

Manggala Karya, Ketut Gita, menambahkan bahwa sebelum Tawur Agung Walik Sumpah, dilaksanakan sejumlah prosesi seperti mebumi suda, mepengalangsasih, dan mepapada wewalungan. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2025. Setelah itu, digelar penganyaran selama tujuh hari, sebelum panyineban Ida Betara dan Nyegara Gunung pada 14 September 2025 sebagai penutup rangkaian.
“Tujuan akhirnya adalah kerahayuan dan kesukertan jagat, agar seluruh krama Desa Kutuh mendapat keberkahan,” ungkapnya.
Upacara agung ini juga direncanakan akan dihadiri Gubernur Bali bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadiran pejabat diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap tradisi dan budaya lokal yang tidak hanya menjadi identitas spiritual masyarakat Bali, tetapi juga aset pariwisata budaya yang memperkaya citra pulau ini di mata dunia.

Tradisi, Kebersamaan, dan Kehidupan

Karya agung di Desa Adat Kutuh menjadi cerminan eratnya hubungan masyarakat Bali dengan alam, leluhur, dan Hyang Widhi. Dalam era modern yang serba cepat, ritual seperti Tawur Agung Walik Sumpah adalah pengingat penting akan nilai-nilai keseimbangan, ketulusan, dan gotong royong yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. TS-01

Baca Juga:  Bali’s Hatten Wines Shines on the Global Stage with Double Gold Triumphs
Share

Don't Miss

Bertahan Semalaman di Atas Karang

Kutsel, todaysSpil.com Malam panjang penuh ketegangan harus dilalui dua buruh proyek yang terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 100 meter di kawasan Pura...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris Manis, Early Bird Sold Out dalam Sepekan

Jakarta, TodaysSpill.com Antusiasme masyarakat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika International Circuit terus meningkat. Seluruh tiket Early Bird dilaporkan habis...

Related Articles

Kripto Dinilai Punya Potensi Besar, Bali Jadi Pasar Strategis Adopsi Web3

Mangupura, todaysSpill.com Perkembangan aset kripto dan teknologi Web3 di Bali dinilai memiliki...

BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Perkuat Perlindungan 5.000 Ojol

Ungasan, todaysSpill.com BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja...

Bukan Sekadar Lomba, Pecatu Tanamkan Makna Kemerdekaan kepada Generasi Muda

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta...

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung...