Home Bali Puncak Karya Pura Beji Kukuhkan Spiritualitas dan Harmoni Alam Desa Adat Kutuh
BaliBudaya

Puncak Karya Pura Beji Kukuhkan Spiritualitas dan Harmoni Alam Desa Adat Kutuh

Share
Share

Kutuh, todaysSpill.com
Suasana khidmat menyelimuti Pura Beji Desa Adat Kutuh saat ribuan krama mengikuti Puncak Karya Upacara Yadnya Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit Wrespati Kalpa, Selasa (7/7/2026). Puncak karya ini menjadi momentum penting karena menandai berakhirnya rangkaian karya di 14 Peleban pura yang berada di wilayah Desa Adat Kutuh.
Puncak karya dihadiri Perbekel Desa Kutuh Wayan Mudana, Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir, prajuru desa adat, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia karya yang bersama-sama menghaturkan bhakti sebagai wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian yadnya dapat terlaksana dengan lancar sesuai sastra agama Hindu dan tradisi yang diwariskan leluhur.
“Ini merupakan karya terakhir setelah pelaksanaan yadnya di 14 Peleban pura yang ada di Desa Adat Kutuh. Semoga seluruh rangkaian karya membawa kerahayuan bagi desa dan seluruh krama,” ujarnya.

Baca Juga:  Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung

Menurutnya, Pura Beji memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena menjadi tempat berstana sumber mata air suci Gangga Giri Ayu Mas dan Telaga Dedari yang selama ini menjadi simbol kehidupan masyarakat Kutuh.
Dalam momentum puncak karya tersebut, masyarakat juga mensyukuri ditemukannya dua sumber mata air baru hasil pengeboran sedalam sekitar 150 meter. Penemuan itu menjadi harapan besar bagi ketahanan air desa di masa mendatang.
“Atas restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hanya empat hari pengeboran air sudah keluar. Ini menjadi berkah bagi Desa Adat Kutuh,” kata Mesir.

Baca Juga:  Ribuan Pelari Tumpah Ruah di Jatiluwih

Foto Istimewa Kutuh: Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir didampingi Perbekel Desa Kutuh, prajuru, dan manggala karya saat memaparkan makna Puncak Karya di Pura Beji serta penataan kawasan dan keberadaan dua sumber mata air baru.

Ia menjelaskan, kini Desa Adat Kutuh memiliki dua sumber utama pemenuhan kebutuhan air masyarakat, yakni dari kawasan Pura Beji dan sumur bor di wilayah desa dinas. Air tersebut dimanfaatkan masyarakat secara gratis menggunakan jeriken, sedangkan distribusi dengan mobil tangki hanya dikenakan biaya operasional.
Ke depan, Desa Adat Kutuh juga akan melakukan penataan kawasan Pura Beji agar keberadaan pura tidak hanya menjadi pusat kegiatan spiritual, tetapi juga kawasan yang mendukung pelestarian sumber mata air dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Gita menjelaskan rangkaian upacara telah dimulai sejak 23 Mei 2026, diawali matur piuning, melaspas tetaring, nuur tirta, negtegang karya, pecaruan Rsi Gana, pamelastian hingga napak siwi. Puncak karya dilaksanakan pada Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (7/7/2026), kemudian dilanjutkan dengan bakti penganyaran, nyenuk, dan nyegara gunung.
Seluruh prosesi yadnya dipuput oleh Tri Sadhaka dengan tetap berpedoman pada sastra agama Hindu serta loka dresta Desa Adat Kutuh.
Perbekel Desa Kutuh Wayan Mudana turut mengapresiasi kekompakan krama sehingga seluruh pelaksanaan karya, baik secara sekala maupun niskala, berjalan lancar. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Desa Kutuh memberikan bantuan sebesar Rp400 juta (dipotong pajak) untuk pelaksanaan karya tersebut.

Baca Juga:  Dari LPD untuk Krama, Tradisi Mepatung Ulam Bawi di Kedonganan Semakin Semarak

 


Melalui puncak karya ini, Pura Beji kembali diteguhkan sebagai pusat spiritual masyarakat Desa Adat Kutuh sekaligus simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan Tuhan, yang diwujudkan melalui pelestarian sumber mata air sebagai penopang kehidupan generasi mendatang. TS-01

Share

Don't Miss

Bertahan Semalaman di Atas Karang

Kutsel, todaysSpil.com Malam panjang penuh ketegangan harus dilalui dua buruh proyek yang terjebak di bawah tebing setinggi sekitar 100 meter di kawasan Pura...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris Manis, Early Bird Sold Out dalam Sepekan

Jakarta, TodaysSpill.com Antusiasme masyarakat terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika International Circuit terus meningkat. Seluruh tiket Early Bird dilaporkan habis...

Related Articles

Kripto Dinilai Punya Potensi Besar, Bali Jadi Pasar Strategis Adopsi Web3

Mangupura, todaysSpill.com Perkembangan aset kripto dan teknologi Web3 di Bali dinilai memiliki...

BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Perkuat Perlindungan 5.000 Ojol

Ungasan, todaysSpill.com BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja...

Bukan Sekadar Lomba, Pecatu Tanamkan Makna Kemerdekaan kepada Generasi Muda

Pecatu, todaysSpill.com Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta...

Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Kuta, todaysSpill.com Penertiban vila yang diduga belum mengantongi izin di Kabupaten Badung...