Home Bali Tanah Adat Bali di Persimpangan: Antara Kepastian Hukum dan Ancaman Privatisasi
BaliHukRim

Tanah Adat Bali di Persimpangan: Antara Kepastian Hukum dan Ancaman Privatisasi

Share
Foto Istimewa DR. Made Pria Darsana, S.H.,M.Hum.
Foto Istimewa DR. Made Pria Darsana, S.H.,M.Hum.
Share

Denpasar, todaysSpill.com
Program percepatan sertifikasi tanah yang digencarkan pemerintah dinilai perlu diimbangi dengan kehati-hatian ekstra di Bali.
Pasalnya, tanpa verifikasi menyeluruh, proses tersebut berpotensi membuka celah perubahan status tanah adat (druwe desa) menjadi milik perseorangan secara legal formal.

Baca Juga:  Victim Swept Away by Current at Kedonganan Beach Found Dead

Praktisi hukum pertanahan Universitas Warmadewa, Dr. Made Pria Dharsana, S.H.,M.Hum mengingatkan bahwa masih banyak bidang tanah di Bali yang tercatat menggunakan dokumen lama seperti girik, Letter C, atau administrasi desa lainnya. Secara hukum, dokumen tersebut bukan bukti hak milik.
“Girik itu bukan bukti hak milik, melainkan hanya bukti riwayat penguasaan atau pencatatan administratif desa. Namun dalam praktik, sering dijadikan dasar untuk pengajuan sertifikat hak milik,” ujarnya, Selasa (23/2/2026).

Baca Juga:  Badung Kembali Raih Opini WTP

Menurutnya, persoalan menjadi sensitif ketika tanah yang secara historis merupakan tanah adat justru tercatat atas nama individu dalam administrasi lama. Ketika dokumen tersebut digunakan untuk proses sertifikasi tanpa kajian historis dan adat yang mendalam, status tanah dapat berubah menjadi milik pribadi secara sah di mata hukum administrasi negara.

Baca Juga:  Deputy Regent of Badung Attends Yadnya Ceremony at Pura Batan Jepun Putih

Ia menilai, kondisi ini berpotensi melemahkan eksistensi desa adat. Sebab, setelah sertifikat hak milik terbit, kekuatan hukumnya sangat kuat dan sulit dibatalkan, meskipun secara sejarah tanah tersebut merupakan milik komunal.
“Secara administratif terlihat sah. Tapi kalau ditelusuri secara historis, bisa saja itu tanah adat. Ketika sertifikat sudah keluar, otomatis berubah menjadi milik pribadi,” tegasnya.

Baca Juga:  Renaisans Hijau Bali, Komunitas dan Kreativitas Bentuk Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan

Di sisi lain, pemerintah memang terus mendorong percepatan pendaftaran tanah untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan meminimalkan sengketa agraria. Namun di Bali, sistem kepemilikan tanah tidak sepenuhnya individual, melainkan banyak yang berbasis komunal dan adat.

Baca Juga:  The Improbable Rise and Savage Fall of Siegfried

Karena itu, Pria Dharsana menekankan pentingnya sinkronisasi antara sistem hukum nasional dan pengakuan terhadap tanah adat. Verifikasi harus melibatkan desa adat, prajuru, serta penelusuran sejarah penguasaan tanah sebelum sertifikat diterbitkan.
“Jika tidak diverifikasi secara menyeluruh, sertifikasi bisa menjadi pintu masuk privatisasi tanah adat secara administratif. Ini perlu diantisipasi agar tidak memicu konflik di kemudian hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Sentralisasi Digital Lewat OSS Dinilai Menggerus Otonomi Daerah: Paradoks Reformasi 1998

Ia berharap kebijakan percepatan sertifikasi tetap berjalan, namun dengan mekanisme pengawasan yang lebih ketat di daerah yang memiliki sistem tanah adat kuat seperti Bali. Perlindungan terhadap tanah komunal dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan sosial, dan keberlanjutan budaya. TS-01

Share

Don't Miss

Fairfield by Marriott Bali Legian Offers Comfortable Accommodation with International Standards

Bali, todaysSpill.com The Legian area continues to be regarded as one of the preferred destinations for tourists visiting Bali, particularly for those seeking...

Fairfield by Marriott Bali Legian Tawarkan Konsep Menginap Nyaman Berstandar Internasional

Bali, todaysSpill.com Kawasan Legian dinilai masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Bali, terutama bagi mereka yang menginginkan pengalaman liburan...

Related Articles

Desa Adat Kutuh Perkuat Regenerasi Bahasa Bali

Kutuh, todaysSpill.com Desa Adat Kutuh terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan Bahasa...

Swift SAR Response Saves Teen Hiker Suffering Hypothermia on Mount Abang

Bangli, todaysSpill.com The swift response of the joint Search and Rescue (SAR)...

Badung Vice Regent Receives CSR Assistance of Composting Bins

Mangupura, todaysSpill.com The Badung Regency Government continues to strengthen its commitment to...

Sekda Serahkan Dana Santunan Pensiun dan Sumbangan Dana Kematian

Mangupura, todaysSpill.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung sekaligus selaku Ketua Dewan Pengurus...