Home Bali Tanah Adat Bali di Persimpangan: Antara Kepastian Hukum dan Ancaman Privatisasi
BaliHukRim

Tanah Adat Bali di Persimpangan: Antara Kepastian Hukum dan Ancaman Privatisasi

Share
Foto Istimewa DR. Made Pria Darsana, S.H.,M.Hum.
Foto Istimewa DR. Made Pria Darsana, S.H.,M.Hum.
Share

Denpasar, todaysSpill.com
Program percepatan sertifikasi tanah yang digencarkan pemerintah dinilai perlu diimbangi dengan kehati-hatian ekstra di Bali.
Pasalnya, tanpa verifikasi menyeluruh, proses tersebut berpotensi membuka celah perubahan status tanah adat (druwe desa) menjadi milik perseorangan secara legal formal.

Baca Juga:  Rotary Club District 3420 Inaugurates Rotary Club of Bali Kusuma Bangsa

Praktisi hukum pertanahan Universitas Warmadewa, Dr. Made Pria Dharsana, S.H.,M.Hum mengingatkan bahwa masih banyak bidang tanah di Bali yang tercatat menggunakan dokumen lama seperti girik, Letter C, atau administrasi desa lainnya. Secara hukum, dokumen tersebut bukan bukti hak milik.
“Girik itu bukan bukti hak milik, melainkan hanya bukti riwayat penguasaan atau pencatatan administratif desa. Namun dalam praktik, sering dijadikan dasar untuk pengajuan sertifikat hak milik,” ujarnya, Selasa (23/2/2026).

Baca Juga:  Jukung Ditemukan Terapung, Nelayan Hilang di Perairan Gili Selang

Menurutnya, persoalan menjadi sensitif ketika tanah yang secara historis merupakan tanah adat justru tercatat atas nama individu dalam administrasi lama. Ketika dokumen tersebut digunakan untuk proses sertifikasi tanpa kajian historis dan adat yang mendalam, status tanah dapat berubah menjadi milik pribadi secara sah di mata hukum administrasi negara.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Nodya Karya Melaspas Pura Taman Sempidi

Ia menilai, kondisi ini berpotensi melemahkan eksistensi desa adat. Sebab, setelah sertifikat hak milik terbit, kekuatan hukumnya sangat kuat dan sulit dibatalkan, meskipun secara sejarah tanah tersebut merupakan milik komunal.
“Secara administratif terlihat sah. Tapi kalau ditelusuri secara historis, bisa saja itu tanah adat. Ketika sertifikat sudah keluar, otomatis berubah menjadi milik pribadi,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Lantik Perbekel Antar Waktu

Di sisi lain, pemerintah memang terus mendorong percepatan pendaftaran tanah untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan meminimalkan sengketa agraria. Namun di Bali, sistem kepemilikan tanah tidak sepenuhnya individual, melainkan banyak yang berbasis komunal dan adat.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Razia Vila, Puspa Negara Dorong Sensus Khusus dan Pembinaan Pelaku Usaha

Karena itu, Pria Dharsana menekankan pentingnya sinkronisasi antara sistem hukum nasional dan pengakuan terhadap tanah adat. Verifikasi harus melibatkan desa adat, prajuru, serta penelusuran sejarah penguasaan tanah sebelum sertifikat diterbitkan.
“Jika tidak diverifikasi secara menyeluruh, sertifikasi bisa menjadi pintu masuk privatisasi tanah adat secara administratif. Ini perlu diantisipasi agar tidak memicu konflik di kemudian hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Elderly Man Missing for Two Days After Going to Garden

Ia berharap kebijakan percepatan sertifikasi tetap berjalan, namun dengan mekanisme pengawasan yang lebih ketat di daerah yang memiliki sistem tanah adat kuat seperti Bali. Perlindungan terhadap tanah komunal dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan sosial, dan keberlanjutan budaya. TS-01

Share

Don't Miss

Badung Borong Gelar Juara Turnamen Kriket Piala Bupati

Jimbaran, todaysSpill.com Tim kriket Kabupaten Badung menunjukkan dominasinya dalam Turnamen Kriket Piala Bupati Badung yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran,...

Rip Curl Cup Ke-23 Jadi Panggung Peselancar Indonesia Unjuk Gigi di Kelas Dunia

Pecatu, todaysSpill.com Rip Curl Cup Padang Padang bukan sekadar kompetisi selancar internasional, tetapi telah menjadi panggung yang membuka jalan bagi peselancar Indonesia untuk...

Related Articles

Dirjen Kemendagri Kagumi Inovasi Desa Pecatu, Layak Jadi Contoh Nasional

Pecatu, TodaysSpill.com Inovasi Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dalam mengolah sampah...

Air Mata dan Doa untuk Korban Bom BaliGround Zero Tempat Duka dan Harapan Perdamaian Bertemu

Kuta, todaysSpill.com Air mata tak terbendung ketika bunga diletakkan untuk mengenang para...

Pembangunan Rampung, Pura Ibu Panti Dukuh Bualu Gelar Karya Agung

Bualu, TodaysSpill.com Setelah melalui proses pembangunan sejak 2023 hingga rampung pada 2025,...

Anom Gumanti Minta Doa Restu Jelang Puncak Karya di Mrajan Agung Arya Wang Bang Pinatih

Kuta, todaysSpill.com Suasana kebersamaan dan gotong royong mewarnai rangkaian upacara di Mrajan...