Pecatu, todaysSpill.com
Deburan ombak besar Pantai Suluban yang mencapai lebih dari empat meter tak membuat Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan (Lifeguard) Kuta, Wayan Somer, hanya memberi instruksi dari darat. Lifeguard senior Badung itu justru turun langsung mengendalikan rubber boat di tengah gelombang ganas untuk memimpin simulasi penyelamatan peselancar yang terseret arus akibat tali papan selancar putus.
Aksi dramatis tersebut menjadi bagian dari simulasi sesi kelima Pelatihan Operasional Jet Ski Lifeguard Kuta dan Kuta Selatan yang digelar di kawasan Pantai Suluban-Pecatu, Kamis (7/5/2026).
Di tengah ramainya wisatawan dan peselancar menikmati ombak khas Uluwatu, simulasi rescue itu sempat menyita perhatian pengunjung karena dilakukan di medan laut yang dikenal ekstrem.
Dalam simulasi, seorang peselancar digambarkan mengalami kecelakaan setelah leash atau tali pengikat papan selancar terputus hingga korban terseret jauh ke tengah laut. Situasi menegangkan itu langsung direspons tim lifeguard yang dipimpin Wayan Somer.
Dengan pengalaman panjang menangani rescue di kawasan Uluwatu dan Suluban, Somer memilih turun langsung memimpin proses evakuasi menggunakan rubber boat.
“Saya memang sudah terbiasa melakukan evakuasi di medan seperti ini bersama teman-teman lifeguard yang berpengalaman di Uluwatu,” ujarnya usai simulasi.
Menurut Somer, keterlibatannya langsung di lapangan bukan sekadar memberi contoh teknik penyelamatan, tetapi juga untuk memastikan proses latihan berjalan aman mengingat ombak di Suluban sangat berbahaya.
Selain menunjukkan cara menaklukkan ombak besar, ia juga mengajarkan teknik manuver keluar masuk gelombang, membaca jalur aman, hingga mengenali titik-titik ombak berbahaya yang sering menjadi lokasi kecelakaan peselancar.
“Di sini bukan hanya butuh nyali dan ketangkasan, tapi juga teknik. Penyelamatan menggunakan rubber boat sangat berbeda dengan Jet Ski,” paparnya.
Ia menjelaskan, tim berangkat dari Pos Lifeguard Kuta sekitar pukul 08.00 Wita menggunakan rubber boat dan Jet Ski menuju Suluban. Dalam simulasi itu, anggota dibagi menjadi tim korban dan tim penyelamat agar proses rescue terasa seperti kondisi nyata.
“Saya sendiri mengemudikan langsung rubber boat saat proses penyelamatan,” katanya sambil menunjukkan rekaman video evakuasi di tengah ombak besar.
Bagi Somer, latihan di medan ekstrem seperti Suluban menjadi bagian penting membentuk lifeguard yang profesional dan siap menghadapi berbagai kondisi laut di Badung yang dikenal memiliki karakter ombak berbeda-beda.
Ia berharap seluruh tahapan pelatihan dari sesi pertama hingga kelima dapat diterapkan anggota saat bertugas di lapangan sehingga kualitas rescue lifeguard Badung semakin meningkat.
“Harapan kami anggota benar-benar siap dan profesional saat melakukan penyelamatan di perairan Badung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kuta Selatan, Ni Putu Sastra Labda Patni, mengatakan Pantai Uluwatu-Suluban sengaja dipilih sebagai lokasi latihan terakhir karena memiliki tingkat kesulitan paling tinggi.
Selain ombak besar, kawasan tersebut juga dipenuhi karang dan tebing curam sehingga membutuhkan keterampilan khusus dalam melakukan evakuasi korban.
Menurutnya, pelatihan ini penting terutama menjelang musim ombak tinggi pada Mei hingga Agustus, saat aktivitas surfing meningkat dan risiko kecelakaan laut ikut bertambah.
“Keselamatan lifeguard tetap menjadi prioritas utama. Karena itu teknik dan tahapan penyelamatan harus benar-benar dipahami agar proses evakuasi korban bisa berhasil,” tegasnya. TS-01